Ads 468x60px

Senin, 26 September 2011

Tahu-Tahu Populer dari Bandung

Makan. Tahu adalah makanan asli Tiongkok yang terbuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Bersama kecap, tauco, bakpao dan bakso, Tahu dibawa masuk ke Indonesia oleh para perantau Tionghoa. Kata Tahu berasal dari kata serapan Hokkian Tauhu. Ditemukan pertama kali 2200 tahun yang lalu oleh Liu An, cucu Kaisar Liu Bang, pendiri dinasti Han.

Nah, menurut gosip dari mulut ke mulut katanya Tahu paling enak berasal dari Bandung. Rasanya beda karena berada di dataran tinggi, sehingga kualitas air tanahnya bagus. Rasa tahu sedikit banyak ditentukan oleh kualitas air pembuatnya. Ternyata selain Sumedang dan Kediri, sedikit demi sedikit Tahu Bandung mulai menapak tingkat nasional ketenarannya. Berikut ini saya ulas beberapa Tahu yang cukup terkenal di tanah Pasundan: 

Tahu Cibuntu
Mencari tahu paling populer di Bandung ini mudah karena memang ada dimana-mana. Penjualnya selalu berjualan di komplek-komplek perumahan. Tahu ini diproduksi di Cibuntu, Bandung Kulon, yang terkenal sebagai Kampung Tahu. Kenapa? Ya karena semua penduduknya berprofesi sebagai pembuat dan penjual Tahu. Tahu yang eksis sejak puluhan tahun lalu ini berukuran 5x5cm dan berwarna kuning yang berasal dari kunyit. Harganya pun terjangkau. Enak dan murah!

Tahu Tauhid
Warnanya juga kuning dan kalau sudah digoreng mirip Tahu Sumendang. Hanya saja Tahu Tauhid padat, gurih dan renyah. Semakin mantap kalau dicocol bumbu pasangannya. Tahu terkenal dari daerah Lembang ini bisa didapat dengan harga 7000 rupiah saja. Kalau beli mentahnya, anda bisa membawa pulang 10 Tahu untuk 5000 rupiah.

Tahu Yun Yi
Gerai dan pabriknya sudah berdiri di Jl. Sudirman 231 Bandung sejak tahun 1940. Sekarang gerainya sudah ada dimana-mana, salahs atunya depan Stasiun Bandung. Yun Yi berasal dari bahasa Mandarin yang berari hoki, manfaat atau untung. Tahu Yun Yi paling banyak pilihan, ada tahu putih, tahu kuning, tahu tawar, kulit tahu, sari kedelai, tahu sutra, kerupuk tahu hingga tahu tipis. Wajar harganya sedikit lebih mahal, karena terbuat dari kedelai pilihan. Tekstur tahunya lembut dan halus serta bebas formalin sehingga tidak tahan lama.

5 komentar:

Heru Supanji mengatakan...

Info bagus, ijin share di Gunungpuyuh CBM blog....
http://gunungpuyuhcbm.blogspot.com

Alkindi Siregar mengatakan...

Pak Achmad, ganti profesi jadi blogger ya?? he.he.he...
Nggak jadi politisi lagi ya..*kiddin*

Kita udah lama ya berteman di FB, dan baru lihat blog ini agak kaget, sepertinya aku punya teman yang namanya sama, eh, kok ya bener ini Achmad Annama yang sama.

Syukur deh kalau Pak Anna suka ngeblog juga, kl bisa nulis content yang menarik ya kayak tulisan artikel ini lumayan menarik, bisa mempromosikan/memperkenalkan jenis-jenis tahu bandung, saya ini penggemar berat kuliner bandung, jadi pas kayaknya artikel ini.

Salam ya pak buat keluarga.

Wassalam

Punya.Tia mengatakan...

Tahu Susu khas LEMBANG!!!!!!!!!!
Tahu Susu

hehee...

ANNAMANIAC mengatakan...

@Kang Heru: Silakan kang, mangga!
@Alkindi: Ya lae, dari dulu sdh jd blogger. Khan itu hobi bukan profesi. Ya benar sama, kita berteman di fesbuk. Ma kasih atas apresiasinya. Kalo ada info lain ttg wisata bandung silakan di-share. Salam jg utk keluarga ya.
@Tia: Hmhmhm, sepertinya itu juga lezat ya? :)

Shconer Design mengatakan...

Pagi - pagi enak makan tahu goreng ni.
lapeeeeeeeeeeer


http://www.neopulsagram.blogspot.com/2011/10/cara-kerja.html

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...