Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

Animator Muda Indonesia dalam Film Tintin

Main. Anda sudah menonton film The Adventure of Tintin? Saksikan sampai habis dan perhatikan credit title-nya. Anda pasti terkejut kalau salah satu animatornya ternyata orang Indonesia! Namanya Rini Sugianto. Ya, dia adalah animator muda tanah air yang sukses menembus kancah perfilman Hollywood. Lulusan S2 Academy of Arts San Fransisco, California ini bekerja di WETA Digital di Selandia Baru saat menggarap film animasi ini. Dan, ini adalah film layar lebar pertamanya sekaligus kesempatan pertama bekerja sama dengan Stephen Spielberg. 


Dalam film ini, Rini mendapat tugas menggarap 70 shot film Tintin, sebuah andil besar karena paling banyak dbanding animator lainnya. Baginya sebagai fans berat Tintin, ini adalah tantangan tersendiri. Selain itu, komiknya sudah sangat mendunia dan karakter-karakter di dalamnya sudah sangat dikenal sehingga tidak bisa sembarangan mengubahnya. Pekerjaannya bersama seluruh tim memakan waktu hampir setahun setengah. 


Saat ini Rini sedang menggarap animasi film Hollywood lainnya, yaitu The Avengers. Hebat ya? Semua ini, selain karena keuletannya juga karena dukungan penuh kedua orang tuanya. Mereka percaya dengan pilihan Rini dan menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan. So, buat kamu-kamu para komikus atau animator muda, selalu semangat! Pantang menyerah untuk meraih cita-cita. Siapa tahu suatu saat kesempatan mengharumkan nama Indonesia dan membuat bangga orang tua itu juga datang padamu.

Selasa, 08 November 2011

Mengenal Dapunta dalam Film Pengejar Angin

Main. Senin, 7 Nopember kemarin, selepas waktu kerja saya Achmad Annama (Anam) janji nge-date dengan istri saya Merry Samsuri (Merry) di Cilandak Town Square, atau biasa dikenal dengan Citos. Dari Menara Talavera, dimana perusahaan saya AEL Indonesia berkantor di lantai 2 tinggal jalan saja beberapa menit. Selain nonton dan dinner, rencananya kami akan keliling mal ini mengingat belum pernah mengunjunginya berdua. He7x... Norak ya? Singkat cerita, kami bertemu dan langsung menuju lantai 2, tempat dimana studio-studio 21 berada.


Dari beberapa film yang diputar, ada yang sudah pernah kami tonton, ada juga yang memang kami tidak suka. Akhirnya, pilihan jatuh pada film lokal karya Hanung Bramantyo yang disponsori Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Selatan berjudul Pengejar Angin. Tokoh utamanya bernama Dapunta, seorang anak gembong bajing loncat di hutan Lahat yang punya cita-cita tinggi kuliah di UI dan meninggalkan dunia kelam. Bukan filmnya   yang akan saya ceritakan disini karena pasti sudah banyak sinopsisnya. Tapi saya ingin membahas tentang siapa pemeran Dapunta, yaitu: Qausar Harta Yudana.


Ya, Qausar adalah aktor anyar dalam dunia perfilman Indonesia. Ini adalah film keduanya setelah bermain dalam Sang Pencerah yang dibesut sutradara yang sama. Sebelumnya ia lebih banyak bermain di sinetron, seperti Habibi dan Habibah, Samson Betawi dan Syamsul-Badriah. Inilah yang membuatnya matang dalam berakting. apalagi ada darah akting yang dialirkan dari ibunya yang mantan seniman tari Aceh. Nah, di film ini dia harus berperan sebagai Dapunta, pelajar SMA yang berwatak keras dan jago berkelahi. Ia juga harus beradu akting dengan para aktor kawakan, seperti Lukman Sardi, Mathias Muchus dan Wanda Hamidah.


Ia mampu memunculkan karakternya yang kuat dan menarik simpatik banyak penonton. Setting kehidupannya tidak hanya membuat kita menangis saat menontonnya tapi juga menumbuhkan semangat terus berjuang dalam meraih cita-cita. Sesuai dengan karakter Dapunta, yang berhasil menjadi Raja yang arif bijaksana bagi seluruh rakyat Sriwijaya. Nice acting, Qausar! Teruslah berkarya melalui peran-peran penting dalam film-film bermutu.


Jumat, 28 Oktober 2011

Alternatif Weekend; Nonton di Perpustakaan

Main. Setelah 5 hari menghabiskan waktu bekerja, datang juga waktu rehat bernama akhir pekan. Menikmati akhir pekan bersama orang yang kita sayangi, baik istri ataupun pacar memang sangat menyenangkan. Namun, bila Anda telah bosan dan kehabisan akal untuk menemukan suasana baru, berarti Anda harus mendatangi Indies Perpustakaan Film. Apa? Perpustakaan? Nggak salah dengar? 


He7x... Sabar, sabar! Iya, benar perpustakaan. Tapi, bukan perpustakaan yang menyediakan banyak buku dan menjadi tempat berkumpulnya para kutu buku yang gemar membaca. Disini, Anda justru dapat menonton film-film indie dari berbagai negara. Studio mininya memungkinkan Anda bermesraan dengan pasangan sambil menonton film indie pilihan sendiri. 


Selain itu, tersedia juga Viewing Room yang dapat disewa bersama teman-teman Anda hingga 10 orang. Jadi, langsung saja nikmati film yang unik dengan suasana yang berbeda di Indies Perpustakaan Film. Dimana lokasinya? Langsung saja meluncur ke jalan Tebet Raya No. 82. Have a Nice Weekend!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...