Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haji. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 November 2011

Sajadah Akar Wangi Laris Manis di Arab Saudi

Main. Musim haji membawa keberuntungan besar bagi penduduk Desa Pakumbulan, Pekalongan, Jawa Tengah. Kenapa? Karena Sajadah Tenun Akar Wangi produksi industri rumah tangga warga desa tersebut laris manis dibanding hari-hari lainnya. Kenaikannya bisa mencapai 300% dan penjualannya merata tidak hanya di Arab Saudi tapi hampir di seluruh Timur Tengah. Hampir tiap hari mereka bisa memproduksi puluhan bahkan ratusan sajadah. Alhamdulillah yaaa... Laris Manis!


Ya, sajadah akar wangi ini memang unik dan mempunyai ciri khas, yakni aromanya harum dan alami yang dikeluarkan oleh akar-akar yang dianyam tersebut. Membuat sujud menjadi lebih khusyu. Di luar musim haji, pasar utama mereka adalah destinasi wisata dalam negeri, seperti jogjakarta, bali, semarang dan kota-kota lainnya. Uniknya, bukan tak mungkin saat musim haji, justru jamaah Indonesia yang membeli produk-produk mereka di Arab Saudi. He7x...

Kamis, 27 Oktober 2011

Oleh-oleh Haji di Tanah Abang

Main. Oleh-oleh dari Tanah Suci untuk keluarga tercinta maupun tetangga di Tanah Air, tak melulu harus langsung dibawa dari Mekkah. Kerabat jemaah haji kini bisa membeli oleh-oleh dari Tanah Suci langsung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Harga tak jauh beda, lengkap, praktis dan tak merepotkan. Penganan dari Mekkah seperti kurma misalnya, jumlahnya sangat banyak di Pasar Tanah Abang. Buah yang dalam bahasa Arab disebut Tamar ini tersedia sepanjang tahun di Pasar Tanah Abang, apalagi pada musim haji seperti ini. Air zam-zam pun tersedia di sana, termasuk minyak zaitun, bubuk pacar dan sipat untuk penebal kelopak mata. Minyak wangi yang beraroma khas Tanah Suci pun ada. 


Barang di Pasar Tanah Abang, khususnya yang dijajakan para pedagang di Jl. K.H. Mas Mansyur diperoleh dari importir dengan jenis barang yang sama seperti yang dijajakan di pasar-pasar Arab Saudi, seperti di Jeddah, Mekkah maupun Madinah. Dengan demikian para jemaah haji dapat fokus beribadah, tak perlu cemas memikirkan buah tangan yang akan dibawa. Dengan khusyuk maka haji mabrur pun dapat diraih. Pulang dengan selamat dan cukup berbelanja di Tanah Abang. Labbaik Allaahumma Labbaik.

Kamis, 13 Oktober 2011

Pohon Soekarno di Tanah Suci

Main. Bila anda pergi haji atau umrah pasti akan mendengar tentang keberadaan Syajarah Sukarnu atau dalam bahasa Indonesianya Pohon Soekarno. Lalu, bagaimana sejarahnya, pohon yang di Indonesia dikenal sebagai Pohon Mimba/ Mindi  ini bisa berada di tiap sudut kota-kota Arab Saudi, khususnya Mekkah, Madinah dan Jeddah? Ternyata, pohon ini memang dibawa Presiden RI pertama itu saat berhaji ke tanah suci. Sebagai tokoh Gerakan Non Blok terpandang saat itu, Bung Karno menawarkan ide penanaman pohon ini dan mengembang biakkannya di gurun pasir yang tandus tersebut.


Bak gayung bersambut, ide ini diterima pihak kerajaan dengan tangan terbuka. Maka pemerintah RI saat itu mengirimkan puluhan ribu bibit pohon beserta pakar-pakar tanamannya ke Arab Saudi. Hasilnya, saat ini di kawasan Padang Arafah saja sudah menghijau puluhan kilometer dengan keberadaan pohon yang tingginya mencapai 2-3 meter ini. Menariknya, pohon ini ditanam di lokasi-lokasi yang akan ditempati tenda-tenda jamaah haji yang akan melaksanakan wukuf. Sehingga bermanfaat menghalangi teriknya mentari dan mengurangi suhu yang ekstrim.


Kerajaan Arab Saudi sendiri berkomitmen memelihara pohon-pohon ini secara khusus. Mereka membuat sistem pengairan bawah tanah untuk menyirami tiap pohon ini secara rutin. Dan kita beserta seluruh jamaah haji yang berhasil tiba disana dengan selamat pasti cukup bangga dengan keberadaan pohon Soekarno ini. Maka, cintailah negerimu, lestarikan budayanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...