Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Festival Seni Pasir Terbesar Asia Tenggara di Sentul City

Main. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Winmark Mendawai Indonesia, World Sand Sculpting Academy (WSSA) dan Sentul City, menyelenggarakan Festival Seni Pasir Terbesar di Asia Tenggara. Acara ini akan berlangsung lebih dari sebulan, mulai 18 Desember 2011 hingga 28 Januari 2012 di Sentul City. Sementara proses konstruksi telah dimulai dari awal Desember, karena para seniman perupa pasir ahli dari 11 negara undangan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk mengolah 2.400 ton pasir bermutu tinggi dari Cilegon. Negara-negara yang berpartisipasi adalah Amerika Serikat, Inggris, Ukraina, Belanda, Italia, Meksiko, Spanyol, Belgia, Ceko, Singapura dan Jepang. Festival ini sendiri bertema "Wonders of Indonesia and Wonders of World". 


Gagasan megah ini merupakan wujud komitmen Sentul City dalam mendukung kegiatan pariwisata di Indonesia dan sebagai daya tarik wisata yang menarik minat tidak hanya turis lokal tapi juga mancanegara. Festival ini akan berlangsung di atas lahan seluas 30.000m2. Nantinya akan berdiri 2 tenda besar utama, masing-masing berukuran 800m2 untuk memamerkan lebih dari 40 karya pahatan patung pasir terbaik dalam berbagai bentuk, seperti: Borobudur, Prambanan, Rumah Gadang, Barong, Komodo, Badak Bercula Satu, Wayang, Taj Mahal, Big Ben, Piramida dan lain sebagainya. Festival ini terbuka untuk umum tiap hari mulai pukul jam 11 pagi hingga jam 7 malam. Bila anda ingin berkunjung, cukup membayar harga tanda masuk (HTM) sebesar Rp. 50.000,- untuk hari biasa dan Rp. 75.000,- untuk sabtu, minggu dan hari libur. Dan, rasakan sensasi pengalaman yang langka di festival ini.

Minggu, 30 Oktober 2011

Mengenal Festival Deepawali atau Diwali

Main. Tahukah anda tentang Festival Deepawali atau Diwali? Festival yang kerap disebut Festival Cahaya ini merupakan festival terbesar di India. Tidak hanya di India, tapi juga dirayakan oleh orang India di seluruh dunia selama 4 hari berturut-turut antara Oktober dan Nopember. Baik orang India itu menganut agama Hindu maupun agama lain, seperti Sikh, Jain, Budha, Kristen maupun Islam. Kenapa disebut Festival Cahaya? Karena arti sebenarnya adalah deretan cahaya lampu sebagai perlambang kebaikan yang menang atas kejahatan. Perayaan ini biasanya diselenggarakan selama empat hari berturut-turut oleh seluruh masyarakat antara bulan Oktober dan November.


Nuansa festival ini berpusat di tengah panggung dengan seorang pemimpin acara. Rumah dan toko dihiasi dengan lampion warna warni berpola. Jalan-jalan dipenuhi orang berkerumun yang memakai baju mewah dengan segala macam hadiah untuk keluarga, teman dan rekan bisnis. Hadiah yang paling populer dan ditunggu-tunggu dalam acara ini adalah pembagian mithai (permen khas India), dengan hiasan buah-buahan kering dan kacang-kacangan. Toko diisi dengan mithai khusus yang disiapkan untuk festival ini. Salah satu yang menjadi favorit adalah pista (kacang tanah pistachio) dan Kaaju (cashewnut).


Mungkin perayaan Festival ini tidak terlalu marak di Indonesia. Tapi di Singapura dan Malaysia, warga keturunan India merayakannya dengan meriah. Saya menyaksikan sendiri tahun lalu saat berbulan madu ke Singapura. Semua orang India merayakannya, bahkan Little India sangat marak dengan lampu dan dekorasi aneka warna. Sementara di beberapa titik komunitas diadakan festival, perlombaan dan bazaar. Kepada sahabat-sahabatku keturunan India, selamat merayakan Festival Deepawali atau Diwali ya...

Kamis, 20 Oktober 2011

Festival Rendang di Sumatera Barat

Makan. Setelah ditetapkan sebagai makanan terlezat nomor sebelas dan akhirnya menjadi nomor satu di dunia versi CNN, keberadaan rendang sebagai makanan khas Indonesia kebanggaan warga Sumatera Barat ini semakin terkenal luas. Sebagai upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap rendang, pemerintah daerah (Pemda) Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar Festival Rendang pada akhir tahun 2011. Ini sebagai tindak lanjut terhadap hasil survei CNN yang memberikan anugerah promosi luar biasa kepada Rendang dan pariwisata Indonesia tanpa biaya sepeser pun.


Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan orang Minangkabau pada khususnya, menikmati kuliner berupa daging sapi yang dimasak dengan santan dan bumbu khusus ini sudah menjadi santapan harian. Tapi di mancanegara, makanan ini pun mulai digandrungi dan mendapat tempat di menu makan mereka. Ini menjadi peluang bisnis luar biasa bagi Sumbar dan orang-orang yang memiliki keahlian memasak rendang. Bukan tak mungkin, bila dapat meningkatkan kualitas dan mengemasnya dengan baik akan menjadi komoditi ekspor unggulan.


Untuk itulah Festival Rendang ini diselenggarakan. Nantinya akan ada workshop proses memasak rendang yang baik dan sehat, penyuluhan tentang peminjaman modal untuk usaha kecil khususnya penjual rendang, pameran produk-produk daging dan bumbu terkait resep rendang hingga lomba membuat dan presentasi rendang. Dengan harapan, festival ini menjadi salah satu promosi pariwisata untuk mengajak turis lokal maupun internasional berkunjung ke Sumatera Barat dan menikmati rendang di tempat asalnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...