Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sapi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

Transformer Sapi dari Mobil Bekas

Main. Transformer dari mobil bekas? Membaca judul tersebut langsung penasaran ya? Benar ada, tapi bukan robot alih bentuk sebenarnya seperti Megatron, melainkan patung-patung sapi raksasa yang terbuat dan tersusun dari bagian-bagian mobil bekas. Tersebutlah pematung perempuan asal Helsinki-Finlandia bernama Miina Akkijyrkka yang memiliki ide unik ini. Ya, sebenarnya nama dia tidak tepat begitu, tapi saya Achmad Annama (Anam) agak sulit menulis varian huruf Finlandia di blog ini, he7x... Miina membeli lusinan mobil-mobil bekas dari para dealer di kotanya lalu membawanya ke perkebunan miliknya.


Setelah bahan dasarnya tersedia, wanita lulusan The School of Arts of Finland ini mulai membuat berbagai macam patung sapi berukuran besar. Tapi tampaknya yang tercipta bukan patung-patung penuh kelembutan, melainkan mesin-mesin perang berkaki empat siap tarung layaknya Transformer. Keren! Kalau ditanya kenapa sapi? Miina menjawab karena ia tinggal di desa, menyukai hewan tersebut dan memiliki usaha susu segar. Dan bila anda mencari alamat laman miliknya di internet, anda akan menemukan lebih banyak lagi patung-patung sapi di dalamnya.

Rabu, 02 November 2011

Barosok, Jual Beli Hewan ala Solok

Main. Sekali waktu mampirlah anda ke Solok, sebuah kabupaten di Sumatera Barat. Terutama pada musim haji saat ini. Nah, anda akan menemukan sebuah metode transaksi jual beli hewan kurban yang sangat unik. Barosok namanya! Tradisi ini sudah bertahan cukup lama turun temurun sejak jaman Belanda. Caranya, penjual dan pembeli sama-sama tak bersuara saat tawar menawar harga terjadi. Tawar menawar dilakukan dengan bertukar kode lewat salaman di balik kain atau baju.


Barosok digunakan saat jual beli hewan, terutama sapi dan kerbau. Setelah kondisi sapi, kerbau atau hewan ternak lainnya diperiksa, pembeli dan penjual kemudian tawar-menawar harga tanpa berbicara. Setelah didapati harga yang disepakati, hewan ternak/ hewan kurban bisa dibawa pulang. Tujuannya, agar pembeli lain tak mengetahui harga yang ditawarkan. Sehingga pembeli bisa menjual hewan tersebut dengan harga berbeda. Unik bukan? Itulah kekayaan tradisi dan budaya Nusantara.

Minggu, 02 Januari 2011

Keunikan Rasa Sate Pak Kempleng

Makan. Pernah dengar Sate Pak Kempleng? Saya sendiri baru mendengar dan melihatnya saat melewati Foodcourt Gading Batavia. Tepatnya di Jl. Boulevard Gading Blok LC 10/16, Kelapa Gading. Sate ini bermula dari usaha Sate Sapi keliling di Ungaran yang dirintis oleh Pak Sakimin yang dijuluki Pak Kempleng. Setelah sedikit berkembang, Pak Kempleng membuat angkringan di alun-alun Ungaran. Nama beken Pak Kempleng sempat menghilang karena tidak ada yang meneruskan usahanya. Baru pada tahun 80an, salah satu anaknya kembali merintis dan melanjutkan usaha bapaknya berjualan Sate khas Sumorejo.

Kehadiran Sate Sumorejo Pak Kempleng ini ternyata menjadi pengobat rindu bagi mereka yang sudah terbiasa menikmati penganan racikan Pak Sukimin. Nama Pak Kempleng pun semakin beken dan akhirnya mampu berdiri tidak lagi sebagai angkringan tapi sebagai rumah makan, yang terletak di Jl. Diponegoro Ungaran, Semarang. Nah, yang di Kelapa Gading ini adalah salah satu cabangnya di Jakarta.

Menu andalan dari rumah makan ini adalah beraneka macam Sate Sapi, seperti sate daging, sate usus, sate hati, sate ginjal, sate paru, sate babat, sate limpa dan sate kapur (lemak). Pembeli juga dapat memesan campur aneka macam sate dalam 1 porsi. Tekstur beragam sate ini lembut dan presentasinya terlihat berminyak mengkilat sehingga menggugah selera. Sate ini dinikmati bersama nasi atau lontong, bumbu kacang yang nikmat dan semangkuk sup hangat. Selamat mencoba!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...