Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label unesco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unesco. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2011

Angklung Kolosal, dari Jawa Barat untuk Dunia

Main. Pada 21 Desember 2011 ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat akan menyelenggarakan Pagelaran Angklung Klosal sebagai bentuk pertanggung jawaban telah ditetapkannya Angklung sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO tahun lalu. Pagelaran ini akan melibatkan 10.000 pemain dari berbagai kabupaten-kotamadya di Jawa Barat dengan dikonduktori langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Pagelaran yang bertempat di Sentul International Convention Center (SICC) ini ingin menunjukkan kepada dunia betapa warga Jawa Barat melestarikan warisan budaya bangsa ini. 


Peserta yang akan memainkan angklung ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai perwakilan duta besar, kementerian, pelajar, mahasiswa, artis, seniman, budayawan termasuk komunitas angklung, seperti Kabumi (UPI) dan banyak lagi. Peserta terbanyak berasal dari kabupaten dan kotamadya Bogor. Karena membludaknya peminat, maka panitia menutu pendaftaran lebih cepat dari waktunya, yaitu saat peserta menembus angka 16.000 orang. Kemudian peserta diseleksi hingga tersisa 10.500 orang saja mengingat kapasitas SICC hanya 10.000 tempat duduk. Inilah pagelaran yang dipersembahkan Jawa Barat untuk dunia.

Rabu, 30 November 2011

4 Kawasan di Bali Calon Warisan Budaya Dunia

Main. Pemerintah daerah (pemda) Bali, melalui Dinas Kebudayaan Propinsi Bali mengajukan dan mengusulkan empat kawasan destinasi wisata kepada UNESCO untuk dijadikan Warisan Budaya Dunia (WBD). Empat kawasan tersebut adalah Pura Ulundanu Batur di Bangli, DAS Pakerisan di Gianyar, Pura Taman Ayun di Badung dan Kawasan Catur Angga Batukaru di Tabanan. Usulan yang disampaikan Oktober 2011 yang lalu ini mendapatkan tanggapan positif setelah Dirjen UNESCO Irina Bokova didampingi tim ahli yang dipimpin Augusto Villanon mengunjungi keempat kawasan tersebut. Satu hal utama yang menjadi keunggulan 4 kawasan tersebut adalah monumen hidup, artinya peninggalan tersebut masih diurus dengan baik oleh komunitasnya apakah itu desa adat (desa pakraman) maupun organisasi pengairan (subak). 


Penetapan keempatnya sebagai WBD akan diputuskan tahun depan, Mei 2012 di Paris, Perancis. Dan, jika Bali berhasil memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan, maka keempat kawasan itu dapat ditetapkan dengan sebutan "Bali Cultural Landscape Subak System". Disebut demikian karena keempat kawasan tersebut akan terintegrasi. Dari tinjauan aspek filosofi juga merupakan satu kesatuan terutama dalam proses pengelolaan subak untuk pengairan. Bila status WBD berhasil dipegang, maka Bali akan mendapat tenaga ahli dan aksesibilitas negara ataupun pihak yang peduli kearifan budaya Bali. Secara otomatis destinasi wisata Bali akan semakin mendunia secara formal tentunya. Karena UNESCO adalah salah satu badan PBB. 


Untuk mendukung semua langkah menuju WBD, merupakan kewajiban kita bersama dalam memenuhi semua persyaratannya. Pemda propinsi maupun kota/ kabupaten membuat regulasi strategis, zona proteksi maupun rencana detail pembangunan kawasan. Sementara masyarakat menjaga kebersihan dan keindahan asli daya tarik keempat destinasi wisata tersebut. Sehingga semuanya terpadu dan tidak berjalan terpisah. Mari kita doakan bersama agar Pura Ulundanu Batur, DAS Pakerisan, Pura Taman Ayun dan Kawasan Catur Angga Batukaru akan dapat meraih status WBD. Semoga saja...

Senin, 24 Oktober 2011

Borobudur Terancam Dicoret UNESCO

Main. Hiks! Lagi-lagi miris... Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) sejak masuk pertama kali pada 1983. Kenapa? Alasannya sepele, bayangkan candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kusam, kotor dan tidak terawat. Sampah aneka jenis berserakan dimana-mana. Bahkan, di beberapa sudut tercium bau pesing yang menyengat.


Jujur saja, para pengelola kompleks Taman Wisata Candi Borobudur sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin menyediakan tempat sampah dan toilet di beberapa titik strategis. Hanya saja mental masyarakat yang “mau gampang” telah mengotori keagungan Borobudur. Harusnya kita semua bisa bersinergi menjaga aset budaya yang telah menjadi destinasi wisata dunia ini.


Sangat disayangkan dan memalukan jika nanti ancaman UNESCO tersebut harus menjadi kenyataan hanya karena kita tak mampu membangun kesadaran bersama terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar Borobudur. Marilah, jaga kehormatan yang sudah di genggaman dan jangan sampai terlepas. Karena salah satunya berkat Borobudur lah nama Indonesia masih bisa berkibar di dunia. Wake up bro... Kita bisa!

Sabtu, 24 September 2011

Laut Wakatobi, Cagar Biosfer Dunia

Main. Bulan ini, September 2011, UNESCO akan menyerahkan piagam penetapan Kawasan Perairan Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara sebagai Cagar Biosfer Dunia. UNESCO adalah salah satu badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi tentang pendidikan, ilmu dan budaya yang bermarkas di Paris, Prancis.

Alasan penetapannya adalah karena perairan laut Wakatobi memiliki keragaman jenis terumbu karang yang cukup banyak. Sekitar750 dari total 850 spesies terumbu karang di dunia terdapat di Wakatobi. Selain itu Wakatobi juga dihuni berbagai jenis biota laut termasuk 942 jenis ikan. Ini didukung kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi yang konsisten menerapkan praktik-praktik konservasi dalam mengelola kelestarian terumbu karang.

Mudah-mudahan warga Wakatobi dapat bersinergi dengan pemkab menjaga salah satu aset destinasi wisata yang dapat mendatangkan banyak pemasukan untuk masyarakat dan devisa untuk negara. Aku Cinta Indonesia!

Minggu, 18 September 2011

Pondasi Rapuh, Taj Mahal Terancam Runtuh

Main. Sudah pernah ke Taj Mahal di India? Jika belum sebaiknya segera anda rencanakan perjalanan kesana. Benar atau tidaknya kabar ini, tapi laporan media di India menyebutkan bahwa bangunan Monumen Cinta yang dibangun pada abad ke-17 itu sudah mengalami kerapuhan disana-sini. Disebutkan, dasar dari monumen yang dibangun Kaisar Mughal Shahjahan untuk mengenang Mumtaz istri ketiganya antara 1632 dan 1653 itu telah rusak dan kayu yang digunakan dalam sumur juga mulai membusuk.


Para sejarawan dan ahli lingkungan berpendapat jika pondasi monumen tidak segera diperkuat dan semua kerusakan di monumen tidak segera diatasi, maka Taj Mahal yang merupakan monumen megah, mungkin runtuh dalam waktu dua sampai lima tahun mendatang. Masyarakat meminta kepada pemerintah dan para ahli untuk melakukan penyelidikan dan meyakinkan orang bahwa warisan dunia itu baik-baik saja. Karena berita ini telah memicu keributan. Taj Mahal merupakan salah satu keajaiban arsitektur terbesar di dunia, bukan hanya milik India saja, melainkan harta berharga dari peradaban manusia.


Rakyat India mendesak pemerintah untuk mengambil langkah memulai pekerjaan perbaikan Taj Mahal. Mereka juga mendesak UNESCO dan badan-badan dunia lainnya untuk menyediakan ahli teknis yang diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan permata warisan dunia itu. Semoga saja Taj Mahal Bisa tetap berdiri ya, sehingga bisa tetap kita kunjungi.

Senin, 12 September 2011

Hutan Hujan Tropis Sumatera; Warisan Dunia yang Terancam


Beberapa bulan yang lalu, Pertemuan World Heritage Committee di Paris mengumumkan Hutan Hujan Tropis Sumatera sebagai Daftar Warisan Dunia yang Terancam (List of World Heritage in Danger). Keputusan ini diambil International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan UNESCO karena hutan Sumatera memerlukan restorasi secepatnya. Ini menjadi pesan bagi seluruh warga dunia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya untuk segera melakukan pelestarian.

Selain hutan Sumatera, wilayah lain yang juga masuk daftar serupa adalah Cadangan Biosfer Rio Platano-Honduras. Wilayah yang terdiri dari hutan, kawasan hutan bakau, coastal lagoon, dan savana ini masuk dalam daftar itu merajalelanya perusakan tanpa ada hukum yang melindungi. Sebelumnya, wilayah Virgin Komi Forest di Rusia dan Machu Picchu-Inca telah dimasukkan ke dalam daftar yang sama.

Tugas kita lah para penerus bangsa untuk melestarikan warisan nenek moyang ini. Bukan hanya hutannya tapi segala keaneka ragaman hayati yang terkandung di dalamnya. Kita mulai dari diri sendiri, mulai sekarang dan mulai dengan cara termudah; komunikasi, informasi dan edukasi. Menulis di status facebook, twitter, BBM, blog dan lain sebagainya. Ayo! Sebelum terlambat!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...