Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label kereta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kereta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Mungkinkah Memberantas Calo?

Masyarakat Indonesia sangat familiar dengan istilah calo. Calo selalu ramai diperbincangkan bila terkait penjualan tiket, apakah itu tiket pertandingan, pertunjukan musik hingga transportasi. Dalam hal ini, yang terdekat adalah tiket pesawat, kereta api dan bis mengingat tak terasa sebentar lagi sudah lebaran. Adanya acara olahraga, konser musik dan tradisi mudik/ liburan inilah yang menjadi situasi menguntungkan bagi mereka yang berprofesi informal sebagai calo. Tapi, tentunya merugikan bagi konsumen! Karena keberadaan calo menimbulkan harga jasa tambahan yang harus dibayarkan dan biasanya tidak murah. Calo-calo ini juga menjadi tersangka utama langkanya tiket yang dibutuhkan/ diinginkan konsumen. 

Dalam hal transportasi, calo beroperasi di banyak tempat, seperti: terminal, stasiun kereta api, pelabuhan hingga di bandara. Aksi para calo ini bukan lagi amatir, tapi sudah layaknya profesional. Mereka bukan hanya mampu kucing-kucingan dengan aparat tapi juga bisa mengakali sistem komputerasi. Terbukti, penjualan tiket kereta api via ATM tidak diminati dan penjualan online pun sepi peminat.

Calo atau bahasa kerennya disebut broker atau perantara, punya 2 sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi sering ditengarai sebagai penyebab mahalnya transaksi barang atau jasa tetapi di sisi lain juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh barang atau jasa yang sulit didapat. Memang, secara Internasional dan legal, broker di izinkan beroperasi dalam tatanan perekonomian karena diyakini dapat menjadi jembatan mempermudah terjadinya transaksi bisnis. Banyak pula yang berbentuk badan usaha aktif berbisnis di Indonesia, seperti dalam bisnis properti kita kenal ERA dan Century 21. Jadi jelas, secara hukum calo atau broker legal.

Pertanyaannya, dapatkah calo tiket diberantas? Berbagai upaya telah dilakukan, baik Pemerintah Daerah (Pemda) maupun aparat keamanan untuk memberantas calo karena dianggap telah merampas hak pilih konsumen dengan cara memborong habis tiket yang tersedia di loket atau agen resmi. Kerugian konsumen bertambah karena adanya oknum aparat keamanan dan pegawai operator angkutan umum yang ikut bermain dengan calo. Hadeuh! Calo pun sulit diberantas karena perangkat hukum yang dapat digunakan untuk menjerat mereka memang belum ada.

Tindakan penanganan calo secara sporadis yang selama ini dilakukan tidak ada manfaatnya, bahkan sempat menimbulkan kerawanan sosial/ perlawanan dari komunitas calo. Bukti nyatanya adalah kasus pengeroyokan Kepala Stasiun Gambir hingga luka-luka beberapa waktu yang lalu. Di lapangan banyak masyarakat yang enggan melaporkan bahwa ia telah membeli tiket dari calo. Masyarakat hanya berpikir pokoknya saya harus sampai di kampung halaman sebelum lebaran. Artinya tiket harus diperoleh dengan cara apapun. Yang penting dapat dan bisa berangkat.

Sebenarnya calo tiket angkutan umum dapat ditertibkan asalkan ada kemauan dari semua pihak yang terlibat. Pertama peak season, siapkan meja-meja penjualan tiket di stasiun kereta api, bandara, terminal bus, pelabuhan laut dan lain-lain. Pihak operator (baik pemerintah maupun swasta) dapat menjual tiket melalui calo bermeja dengan memberikan diskon seperti yang mereka berikan pada biro perjalanan resmi supaya harga kompetitif dengan loket resmi. Keuntungannya, konsumen punya banyak pilihan dan tak usah antri berjam-jam karena loket penjualannya sangat banyak. Sementara calo memperoleh keuntungan dari harga diskon yang diberikan operator/ pemerintah.

Cara kedua sarankan para calo, yang umumnya mempunyai koordinator, untuk dapat membentuk organisasi atau firma yang secara sosial diakui sistem hukum di Indonesia. Ciptakan suasana kondusif agar para calo dapat bermitra dengan para operator angkutan umum dalam memajukan usaha transportasi, khususnya saat peak season dan membantu masyarakat ikut merayakan hari besar nasional atau keagamaan di kampung halamannya dengan aman.

Cara ketiga dan agak berbau klise adalah Pemerintah harus memperbaiki kondisi ekonomi makro sehingga tercipta banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat kelas bawah, dan perbaiki manajemen internal dan mental operator serta aparat keamanan yang bertugas atau yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Calo tumbuh karena minimnya lapangan pekerjaan, rendahnya disiplin pegawai operator angkutan umum dan aparat keamanan serta sulitnya merubah tradisi masyarakat untuk mau tertib dan menguikuti aturan yang berlaku.

Calo itu takkan ada kalau kita sendiri mau tertib dalam membeli tiket dan merencanakan perjalanan kita dengan baik dari jauh-jauh hari. Itulah cara paling efektif menghukum para calo atau bahkan menghilangkan mereka. Bukan dengan mengancam, karena calo pada hakekatnya tidak melanggar hukum apapun.

Selasa, 10 Januari 2012

6 Barang yang Harus Dihindari Digunakan Bersama

Secara tak sadar banyak sekali barang-barang yang kita gunakan bersama atau bergantian sehari-hari. Baik dengan pasangan, keluarga ataupun teman. Kita tak pernah berpikir kalau barang-barang tersebut dapat membawa kuman, bakteri dan infeksi penyakit. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa barang sehari-hari yang benar-benar tidak boleh digunakan bergantian. Berikut 6 barang-barang sehari-hari yang harus dihindari untuk digunakan bergantian seperti dikutip dari laman HealthCentral, yaitu: 


Perangkat Touchscreen 
Mulai ponsel hingga tombol-tombol di ATM dpat melekat aneka kuman dan bakteri, seperti E.Coli dan virus penyebab pilek, flu dan batuk. Karena pada perangkat touchscreen dan keypad menjadi tempat yang nyaman bagi kuman dan bakteri. 
Sikat dan Sisir 
Sisir, sikat gigi dan sikat dandan bila digunakan bergantian baik sengaja maupun tidak sengaja karena tertukar dapat menularkan hepatitis dan MRSA. 
Ponsel 
Telpon Seluler sering dipegang dan hampir tidak pernah dibersihkan. Apalagi bila kita sedang terserang flu dan pilek, atau menyantap makanan sambil menelpon. 
Keranjang/ Kereta Belanja 
Hasil studi terbaru menemukan terdapat infeksi penyakit seperti salmonella, MRSA dan E.coli pada keranjang/ kereta belanja di supermarket. Ini disebabkan tingkat kebersihan dan kesehatan tiap orang yang berbelanja dan menyentuh, memegang dan mengggunakan keranjang/ kereta belanja berbeda-beda. 
Kosmetik 
Kosmetik dan alat kecantikan yang dipakai bersama, terutama sampel-sampel untuk dicoba di toko-toko sangat rentan penularan kuman dan bakteri, seperti Staph dan E.coli. Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan selama 2 tahun terhadap produk-produk sampel di toko-toko. 
Pulpen 
Banyak orang meletakkan pulpen di mulut dan menggigitinya. Ini membuat pulpen media pembawa virus dan bakteri terutama flu dan infeksi mulut dapat menyebar seiring beredarnya pulpen tersebut.

Selasa, 13 Desember 2011

Liburan Edukatif di Kampung Inggris Kediri

Main. Apakah anda pernah mendengar tentang Kampung Inggris? Ini adalah sebuah kawasan yang berdiri sejak puluhan tahun lalu berisi puluhan tempat kursus bahasa Inggris di Desa tulungrejo, Pare, Kediri-Jawa Timur. Kini kampung Inggris bisa dibilang sebagai lokasi kursus bahasa Inggris terbesar di Indonesia! Wow... Ada berbagai macam jenis kursus di sini, mulai persiapan TOEFL, melancarkan Speaking, memantapkan Grammar dan Translation atau sekedar Daily Conversation. Sesuaikan sendiri dengan kebutuhan anda.


Lalu bagaimana caranya menuju Kampung Inggris? Kita bisa ke sana naik bus, kereta ataupun pesawat. Tapi yang lebih mudah dan murah tentu saja naik kereta, dari stasiun Jatinegara atau Pasar Senen. Dari stasiun Kediri, bisa berjalan kaki (1,5km) atau naik becak (Rp.10.000,-) ke Bhayangkara. Dari sini tinggal naik angkutan jenis elf langsung ke kampung Inggris selama 30 menit dan membayar Rp.10.000,-. Mudah khan?


Kapan saat yang tepat untuk ke Kampung Inggris? Mayoritas kursus dimulai tiap tanggal 10 dan 25 tiap bulannya. Jadi, pastikan anda sudah tiba di sana 2-3 hari sebelumnya. Akan lebih baik pula bila anda sudah mendaftar dan mentransfer uang pendaftaran sesuai kursus yang akan diambil. Jangan ambil resiko datang tanpa persiapan matang dan waktunya mepet. 


Anda tidak perlu kuatir untuk masalah akomodasi dan konsumsi karena banyak pilihan yang tersedia. Untuk akomodasi, kita bisa memilih tipe kos atau kamp dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Harganya bervariasi dengan kisaran Rp.100.000,- hingga Rp.500.000,-. Camp tentunya lebih nyaman, karena selain memiliki fasilitas yang lebih lengkap juga menyediakan English Area dan kelas tambahan pagi-sore. Konsumsi pun takkan menjadi masalah, karena banyak sekali tersedia warung makan di sini, mulai yang standar hingga yang nyaman untuk nongkrong. Untuk 3 kali makan sehari anggarkan saja sekitar Rp.15.000,- hingga Rp.30.000,-. Murah bukan? 


Selain tawaran liburan edukatif, Pare juga menawarkan sensasi liburan lain yang menarik. Kita bisa bersepeda mengunjungi Gowa dan Candi Surowono, Landmark Kediri yang sangat mirip dengan Paris, berenang di kolam renang hingga berwisata kuliner di alun-alun. Bosan di sekitar Kediri, anda pun bisa ke Malang dan Batu, mampir di Jatim Park atau pulau Sempu. Alternatif lainnya yang lebih jauh adalah Gunung Kelud, Gunung Bromo hingga Bali. Menarik bukan? Kapan lagi anda dapat menghabiskan liburan sekolah/ kuliah dengan kegiatan edukatif selama sebulan berbiaya kurang dari Rp.1.500.000,-? Kemampuan bahasa Inggris meningkat, teman-teman dari seluruh Nusantara bertambah, pengalaman menarik pun semakin banyak. Ayo! Kita sama-sama ke Kampung Inggris, Pare...

Selasa, 30 Agustus 2011

Kereta Dorong Bayi Multifungsi

Kini saatnya untuk mendefinisikan aktivitas mengasuh anak sebagai sesuatu yang menyenangkan lagi. Ini dilakukan oleh The Roller Buggy, perusahaan yang memproduksi kereta dorong bayi yang multifungsi dan dapat beralih menjadi skuter. Wow! Ya, dengan sedikit dorongan dari bagian bawah tubuh dapat merubah kereta dorong ini menjadi transportasi yang sportif dan cepat. The roller Buggy dapat melewati medan seperti apapun dan memberikan keceriaan tidak hanya bagi si bayi tapi juga bagi pengasuhnya. 


Alat multifungsi ini didesain oleh pixstudio.net dan sangat mudah penggunaannya. Semua alat untuk memfungsikan terletak persis di kedua tangan dan kaki. Prinsip yang digunakan untuk mengoperasikannya persis dengan prinsip skateboard. Menarik bukan? Sayangnya ini belum diproduksi secara masal karena masih dalam uji coba. Berharap saja segera masuk ke Indonesia sehingga mengasuh bayi akan semakin menyenangkan.

Jumat, 13 Mei 2011

Kisah-kisah Seram seputar Kampus UI

Selama kuliah di Fakultas Sastra (FS) UI dan juga di Fakulta Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) UI, selain mendengar rumor-rumor tentang kisah-kisah seram, saya juga mengalami sendiri beberapa kejadian yang membuat bulu kuduk berdiri. Apalagi di gedung VI FSUI (sekarang telah berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya, FIB) yang terletak di ujung komplek fakultas, di pinggir lembah Teksas (Teknik, Ekonomi Sastra). Tak jarang saya juga diminta jadi paranormal dadakan untuk mengobati rekan-rekan mahasiswa yang kesurupan.

Menarik untuk disimak, ternyata ada beberapa kisah horor yang berkembang turun temurun terkait kampus rakyat. Apalagi, dari sekitar 600 hektar luas komplek ini, mayoritasnya masih terdiri dari hutan dan danau. Saya coba rangkum dan ceritakan ulang 5 kisah misteri yang biasa menghantui 5 lokasi berbeda di UI. Simak baik-baik dan siap-siap untuk merinding.

Hantu Mahasiswi di Gerbatama
Alkisah ada seorang mahasiswi yang meninggal karena ditabrak lari di sekitar gerbang utama (gerbatama). Hantunya gentayangan, karena pulang kuliah dia tidak bisa lagi pulang ke rumah. Hantu ini selalu menghantui taksi-taksi kosong yang baru mengantar penumpang ke dalam kampus. Buat para sopir yang sudah mengetahui kisah ini, mereka akan berhati-hati. Tapi sial bagi yang tidak tahu, karena harus membawa si hantu mahasiswi pulang ke rumahnya di sekitar Bintaro. Hantu ini juga tak jarang mengganggu mereka yang berdiri atau berjalan sekitar gerbatama, terutama satpam.


Gadis Gantung Diri di Rektorat
Seringkali sivitas akademika yang beraktivitas hingga larut malam, baik mahasiswa maupun dosen menghindari lewat rektorat. Karena, banyak sekali saksi mata yang pernah melihat penampakan seorang gadis berjalan tertatih-tatih dengan kepala terkulai. Ketika ditegur dia takkan menyahut dan ketika diperhatikan akan terlihat wajahnya yang pucat dengan mata melotot, bibir kebiruan dan lidah terjulur. Dia adalah mayat gadis yang gantung diri di sekitar rektorat. Penyebabnya, diputuskan pacarnya dalam keadaan hamil. Jadi, masih berani pulang lewat rektorat malam-malam?

Hantu Berkebaya di Fakultas Teknik
Tiap tahun saat acara wisuda di Fakultas Teknik (FT) UI selalu ada penampakan mahasiswi lengkap dengan kebaya dan sanggulnya berdiri di salah satu balkon gedung kuliah menghadap ke arah lapangan. Atau terkadang berjalan dan ikut berbaur dengan para wisudawan tapi tidak dikenal oleh siapapun. Konon dia adalah hantu gentayangan mahasiswi yang kecelakaan saat akan berangkat wisuda ke kampu. Rupanya si arwah tidak bisa menerima kenyataan kalau tidak jadi diwisuda. Jadi, hati-hati kalau saat wisuda ada perempuan tak dikenal yang mengajak kenalan ya...

Kereta Hantu Stasiun UI
Ini adalah kisah paling klasik yang sudah beredar dari pertengahan 90an. Ceritanya ada seorang mahasiswa yang baru pertama kali naik kereta sehingga tidak tahu jam operasionalnya. Stasiun kereta UI yang sangat sepi tak membuatnya curiga. Tiba-tiba kereta datang dan berhenti di hadapannya. Berbekal karcis abodemen, dia langsung masuk gerbong dan duduk. Saat dia melihat sekeliling, suasananya sangat kuno. Semua penumpang menunduk lesu, pakaiannya lusuh dan tak peduli satu sama lain. Atribut dan aksesoris yang digunakan mereka pun kuno dan ketinggalan jaman.

Tanpa curiga, ia tetap saja duduk. Anehnya, kereta itu tak berhenti di semua stasiun hingga mahasiswa itu ingin turun di stasiun Tebet. Tak ada penumpang lain yang turun kecuali dirinya. Mahasiswa itu baru tersadar ketika penjaga stasiun Tebet menegurnya dan bertanya apa dirinya tidak capek berjalan sepanjang rel kereta. Si mahasiswa syok karena merasa dirinya naik kereta. Si penjaga menenangkan sambil berkata kalau si mahasiswa baru saja menaiki kereta hantu. So, jangan nekat untuk menunggu kereta kalau tidak tahu jam operasional terakhirnya!

Hantu Mpok Betawi  di Fakultas Hukum
Beberapa kali baik mahasiswa maupun masyarakat yang melintas di depan Fakultas Hukum (FH) UI maupun di Balik Rel (Barel) melihat seorang mpok-mpok berpakaian Betawi kuno. Dia akan selalu menanyakan arah jalan kepada tiap orang yang ditemuinya. Ada sebuah kejadian lain, dimana setelah ditanya si mpok-mpok, seorang mahasiswa diikuti dan akhirnya melihat penampakan kepala si mpok di depannya. Hiii... Diduga si mpok adalah korban perampokan di jaman dulu dan dibuang di lokasi FHUI. FHUI dulunya adalah hutan dan rawa-rawa.

Itulah beberapa kisah seram yang saya ingat beredar dari dulu dan mungkin hingga sekarang. Entah apakah sekarang, mereka masih gentayangan menghantui kampus Makara ini? Atau justru anda sudah tidak sendirian lagi saat membaca kisah ini? Apalagi tulisan ini diterbitkan pada hari Jumat tanggal 13. He7x... Tak ada satupun niatan untuk menakut-nakuti loh!. So, kuatkan nyalimu dan jangan pernah ragu akan keberadaan Tuhan yang selalu melindungimu dari gangguan dan godaan Setan yang terkutuk.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...