Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label raja ampat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label raja ampat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2011

Yang Terbaik dari Dunia Wisata Indonesia

Main. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Majalah SWA menghelat Indonesian Tourism Award (ITA) 2011 untuk mengapresiasi dunia pariwisata Indonesia. Majalah SWA bertindak sebagai penyelenggara survei di 25 kota terpilih dari daftar kota dengan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) bidang pariwisata terbesar. Survei dilakukan terhadap 1.500 wisatawan, 90% adalah turis lokal dan sisanya adalah turis mancanegara. Aspek yang dinilai antara lain, kebersihan, informasi wisata, kewajaran biaya, promosi, keragaman obyek, keamanan, keunikan obyek dan keramah tamahan. Hasilnya adalah sebagai berikut: 


1. Tiga obyek wisata terfavorit terpilih adalah Pantai Waisai di Raja Ampat, Tanah Lot di Tabanan dan Jatim Park di Malang; 
2. Kota tujuan favorit adalah Raja Ampat, Denpasar dan Bandung; 
3. Kota dengan pelayanan terbaik diraih Malang dan disusul Denpasar; 
4. Propinsi dengan pengembangan pariwisata terbaik diraih oleh Bali dan diikuti oleh DKI Jakarta dan Yogyakarta; 
5. Penghargaan khusus pariwisata diberikan kepada kota Sawah Lunto dan Bangka Belitung; 
6. Hotel-hotel terbaik jatuh pada Mulia-Senayan (bintang 5), Santika Premiere Jakarta (bintang 4) dan The Aroma’s Kuta (bintang 3); 
7. Restoran terbaik diberikan kepada Bandar Jakarta; 
8. Mal terfavorit dianugerahkan kepada Plaza Senayan (DKI Jakarta) dan Parijs van Java (luar DKI Jakarta); 
9. Maskapai Penerbangan layanan penuh terfavorit diterima Garuda Indonesia dan penerbangan layanan ekonomi terfavorit diterima Sriwijaya Air; 
10. Biro Perjalanan Wisata terfavorit jatuh ke tangan Panorama Tours; 
11. Armada Taksi terfavorit menjadi milik Putra; 
12. Spa terfavorit diraih oleh Javana Spa; 
13. Lapangan Golf terfavorit dianugerahkan kepada Royale Jakarta. 


Kategori yang disurvei meliputi kabupaten/ kota terbaik dalam layanan wisata, kota tujuan wisata terfavorit dan obyek wisata favorit. Adapula penghargaan yang dipilih berdasarkan kompetisi program, yaitu pemerintah propinsi yang paling berkomitmen terhadap pengembangan dunia pariwisata. Industri penunjang yang terbagi dalam berbagai sub sektor juga diberi penghargaan berdasarkan penjurian. Jadi, sekarang anda bisa memilih mana-mana saja hal-hal favorit terkait pariwisata yang akan anda nikmati. Selamat berlibur ya!

Kamis, 24 November 2011

Misool, Surga Kecil di Raja Ampat

Main. Propinsi paling timur Indonesia, Papua memang tak pernah selesai untuk dijelajah. Selain kekayaan mineral dan hutannya, tempat-tempat indah di kawasan paling eksotik di Indonesia ini menyimpan sejumlah 'surga' yang masih tersembunyi. Salah satunya yang dapat kita nikmati adalah Pulau Misool di Raja Ampat. Salah satu pulau terindah di Raja Ampat ini sangat dekat dengan kota Sorong, Papua Barat. Wilayahnya terbagi atas dua bagian, Misool Timur Selatan dan Misool Barat, letaknya pun berbatasan dengan Laut Seram. Keduanya layak untuk dijadikan destinasi wisata.


Pulau Misool memiliki keanekaragaman budaya, adat, laut dan darat yang begitu terkenal tidak hanya di negara kita tapi juga di seluruh dunia. Misool termasuk daerah segitiga karang dunia. Puluhan ikan hias pun banyak ditemukan di sini atau setidaknya ada sekitar 75% di dalam laut. Ini merupakan wilayah laut lepas yang sangat luas, sekaligus menjadi jalur lintasan terpenting bagi ikan paus dan gurita. Menurut warga setempat, gurita sering terlihat di malam hari sedangkan ikan paus di siang hari. Jangan heran bila Anda menemukan hewan-hewan laut besar lainnya di Pulau Misool yang mungkin sudah dikategorikan punah di dunia. Jadi, kapan anda akan berkunjung ke Raja Ampat, khususnya pulau Misool?

Minggu, 17 Juli 2011

Pesona Raja Ampat Vs Tambang Nikel & Kobalt

Main. Raja Ampat mulai menjadi kabupaten sendiri setelah memisahkan diri dari Sorong pada 2003. Kabupaten seluas 4,6 juta hektar dan berpenduduk sekitar 31 ribu jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 berpenghuni) dan terletak di ujung terpencil kepala burung Papua Barat. 75% dari 537 jenis karang di seluruh dunia ada disini. Disebutkan juga tempat ini menjadi rumah bagi ribuan jenis ikan, ratusan jenis moluska dan hewan laut lainnya.

Saya Achmad Annama (Anam), belum pernah kesana, disebabkan kendala biaya yang cukup tinggi. Meskipun saya selalu berdecak kagum dan menelan air liur setiap melihat foto-fotonya dan membaca cerita kunjungan rekan-rekan lain. Pastilah indah tiada tara, eksotik tiada banding dan dapat memuaskan rasa ingin tahu. Lalu kenapa saya menulis ini? Karena saya membaca bahwa perairan ini mulai tercemar dan ekosistemnya mulai terancam dengan adanya pertambangan Nikel & Kobalt.

Meskipun Abraham Ataruri (Gubernur Papua Barat) sudah melarang pertambangan yang tak disertai AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan), namun tetap saja kapal-kapal berbendera Australia yang dioperatori PT ASP dan PT ASI bolak-balik mengangkut tanah liat yang mengandung nikel dan kobalt menuju Queensland Nickel yang dimiliki jutawan Australia Clive Palmer. Diduga usaha ini dibacking pejabat dan aparat.

Menyedihkan! Demi segepok uang, mereka rela merusak lingkungan hidup yang sangat luar biasa ciptaan Allah. Apakah kita rela habitat yang dapat menghidupi milyaran karang yang terletak antara Moro, Filipina hingga Solomon ini rusak demi memperkaya orang asing? Apakah kita ikhlas kehilangan keeksotisan Raja Ampat yang sangat masyhur, sehingga anak-cucu kita hanya bisa mengaguminya di internet? Sekarang, perhatikan gambar karang ini dan bayangkan mereka rusak dan hilang selamanya. Bukan Main!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...