Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label candi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label candi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Borobudur Terancam Dicoret UNESCO

Main. Hiks! Lagi-lagi miris... Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) sejak masuk pertama kali pada 1983. Kenapa? Alasannya sepele, bayangkan candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kusam, kotor dan tidak terawat. Sampah aneka jenis berserakan dimana-mana. Bahkan, di beberapa sudut tercium bau pesing yang menyengat.


Jujur saja, para pengelola kompleks Taman Wisata Candi Borobudur sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin menyediakan tempat sampah dan toilet di beberapa titik strategis. Hanya saja mental masyarakat yang “mau gampang” telah mengotori keagungan Borobudur. Harusnya kita semua bisa bersinergi menjaga aset budaya yang telah menjadi destinasi wisata dunia ini.


Sangat disayangkan dan memalukan jika nanti ancaman UNESCO tersebut harus menjadi kenyataan hanya karena kita tak mampu membangun kesadaran bersama terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar Borobudur. Marilah, jaga kehormatan yang sudah di genggaman dan jangan sampai terlepas. Karena salah satunya berkat Borobudur lah nama Indonesia masih bisa berkibar di dunia. Wake up bro... Kita bisa!

Sabtu, 15 Oktober 2011

Candi-candi Padang Lawas Terancam Pemburu Harta Karun

Main. Sudah jatuh tertimpa tangga pula! Begitulah kira-kira nasib candi-candi di Padang Lawas, Sumatera Utara. Selain terbengkalai karena tidak adanya perhatian serius dari pemerintah, kini situs-situs bersejarah tersebut terancam perusakan oleh para pemburu harta karun. Miris! Fakta ini diungkap oleh Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. 


Salah satu bukti nyata menimpa Candi Sangkilon yang rusak konstruksi maupun pondasi sekelilingnya karena penggalian liar. Hal ini sudah dilaporkan oleh para petugas yang berwenang namun tidak ada reaksi apapun baik dari pemerintah daerah maupun dari aparat kepolisian. Pemerintah pusat sendiri seakan tak peduli dengan cagar budaya ini, karena tak ada rencana apapun untuk melakukan restorasi dan pemugaran secepatnya. Retakan-retakan parah yang sekarang terdapat pada dinding candi diduga akan mempercepat kerobohannya. 


Sebagai bangsa yang berbudi luhur dan menghormati warisan nenek moyang, harusnya masyarakat sekitar bekerja sama dengan Badan  Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Sumut-Aceh dalam menjaga situs bersejarah ini. Karena, bukan tak mungkin suatu saat dapat menjadi destinasi dan daya tarik wisata sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat. Semoga!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...