Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label murah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Liburan Edukatif di Kampung Inggris Kediri

Main. Apakah anda pernah mendengar tentang Kampung Inggris? Ini adalah sebuah kawasan yang berdiri sejak puluhan tahun lalu berisi puluhan tempat kursus bahasa Inggris di Desa tulungrejo, Pare, Kediri-Jawa Timur. Kini kampung Inggris bisa dibilang sebagai lokasi kursus bahasa Inggris terbesar di Indonesia! Wow... Ada berbagai macam jenis kursus di sini, mulai persiapan TOEFL, melancarkan Speaking, memantapkan Grammar dan Translation atau sekedar Daily Conversation. Sesuaikan sendiri dengan kebutuhan anda.


Lalu bagaimana caranya menuju Kampung Inggris? Kita bisa ke sana naik bus, kereta ataupun pesawat. Tapi yang lebih mudah dan murah tentu saja naik kereta, dari stasiun Jatinegara atau Pasar Senen. Dari stasiun Kediri, bisa berjalan kaki (1,5km) atau naik becak (Rp.10.000,-) ke Bhayangkara. Dari sini tinggal naik angkutan jenis elf langsung ke kampung Inggris selama 30 menit dan membayar Rp.10.000,-. Mudah khan?


Kapan saat yang tepat untuk ke Kampung Inggris? Mayoritas kursus dimulai tiap tanggal 10 dan 25 tiap bulannya. Jadi, pastikan anda sudah tiba di sana 2-3 hari sebelumnya. Akan lebih baik pula bila anda sudah mendaftar dan mentransfer uang pendaftaran sesuai kursus yang akan diambil. Jangan ambil resiko datang tanpa persiapan matang dan waktunya mepet. 


Anda tidak perlu kuatir untuk masalah akomodasi dan konsumsi karena banyak pilihan yang tersedia. Untuk akomodasi, kita bisa memilih tipe kos atau kamp dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Harganya bervariasi dengan kisaran Rp.100.000,- hingga Rp.500.000,-. Camp tentunya lebih nyaman, karena selain memiliki fasilitas yang lebih lengkap juga menyediakan English Area dan kelas tambahan pagi-sore. Konsumsi pun takkan menjadi masalah, karena banyak sekali tersedia warung makan di sini, mulai yang standar hingga yang nyaman untuk nongkrong. Untuk 3 kali makan sehari anggarkan saja sekitar Rp.15.000,- hingga Rp.30.000,-. Murah bukan? 


Selain tawaran liburan edukatif, Pare juga menawarkan sensasi liburan lain yang menarik. Kita bisa bersepeda mengunjungi Gowa dan Candi Surowono, Landmark Kediri yang sangat mirip dengan Paris, berenang di kolam renang hingga berwisata kuliner di alun-alun. Bosan di sekitar Kediri, anda pun bisa ke Malang dan Batu, mampir di Jatim Park atau pulau Sempu. Alternatif lainnya yang lebih jauh adalah Gunung Kelud, Gunung Bromo hingga Bali. Menarik bukan? Kapan lagi anda dapat menghabiskan liburan sekolah/ kuliah dengan kegiatan edukatif selama sebulan berbiaya kurang dari Rp.1.500.000,-? Kemampuan bahasa Inggris meningkat, teman-teman dari seluruh Nusantara bertambah, pengalaman menarik pun semakin banyak. Ayo! Kita sama-sama ke Kampung Inggris, Pare...

Sabtu, 29 Oktober 2011

Gudeg Kalengan Kreasi Bu Tjitro

Makan. Berbahagialah para penggemar gudeg karena sekarang makanan khas Jogjakarta ini tampil dalam kemasan kaleng yang lebih praktis. Gudeg koq kalengan? Iya, unik khan? Jangan ragu dan kuatir tentang rasanya! Gudeg kalengan ini dijamin lezat dan gurih ditambah sudah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI. Ini dipelopori oleh Gudeg Bu Tjitro, salah satu penjual gudeg terkenal sejak tahun 1925 yang berlokasi di jalan Janti no.330, Jogjakarta. Gudeg Bu Tjitro tidak hanya digemari oleh orang Jogja dan turis lokal saja tapi juga wisatawan mancanegara. 


Nah, Ide ini diawali dari kurang praktisnya gudeg kendil untuk dibawa jauh sebagai oleh-oleh. Bayangkan kalau andas harus bawa-bawa kendil di kereta atau bahkan di pesawat, repot khan? Karenanya Bu tjitro memikirkan kemasan lain yang lebih praktis, mudah dibawa dan tahan lama. Maka muncullah gudeg kalengan! Harapannya dapat menjadi alternatif baru oleh-oleh khas Jogjakarta dan juga dapat merambah pasar mancanegara. Isinya sama dengan gudeg yang dijajakan di warung dan rumah makan, terdiri dari gudeg dengan santan kental, telor bebek, suwiran daging ayam dan krecek. Sekaleng dapat dihidangkan untuk 2 orang. 


Walaupun tanpa bahan pengawet dan msg, gudeng kalengan bisa bertahan sampai setahun. Harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp. 25.000,- per kaleng. Anda semua penggemar wisata kuliner nusantara dapat memesan dan membelinya di cabang-cabang Bu Tjitro di seluruh Indonesia. Sekarang, anda juga bisa memesannya secara online. Yang luar biasa, gudeg kalengan ini juga sudah diekspor ke Asia, Timur Tengah dan Eropa. Jadi sekarang, anda bisa menikmati gudeg kapanpun dimanapun! Tanpa perlu ke Jogja, tanpa perlu ke Malioboro.

Jumat, 21 Oktober 2011

Pesona Istana Maimun yang Tak Pernah Pudar

Main. Jika anda sedang berkunjung ke Medan, sempatkan untuk mampir ke ​Istana Maimun yang terletak di Jalan mahmud Al-Rasyid No.66, Kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara. Ikon wisata masyhur kota Medan ini meskipun sudah berumur tua tapi pesonanya tak pernah pudar karena memiliki desain interior yang unik dengan memadukan unsur-unsur warisan 5 jenis kebudayaan besar yaitu Melayu, Islam, Spanyol, India dan Italia. Istana ini didesain arsitek Italia dan dibangun Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888. Luasnya mencapai 2.772 m2 dan terdiri dari 30 ruangan yang berisi beberapa peninggalan Kesultanan Deli, diantaranya, singgasana sultan, sepasang kursi kebesaran sultan hingga baju kebesaran sultan.


Saat ini bangunan istana sudah berusia 100 tahun dan belum banyak direnovasi. Hal ini terlihat dari bentuk dan desain yang tidak mengalami perubahan sama sekali kecuali pengecatan dinding bangunan. Perawatan istana ini sepenuhnya adalah tanggung jawab keluarga kesultanan dengan sedikit subsidi dari pemerintah. Meskipun istana ini milik pribadi, namun istana terbuka bagi masyarakat umum. Semua kalangan diperbolehkan masuk ke istana ini dengan membeli tiket masuk yang cukup murah, 8 ribu rupiah mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Tidak hanya itu, di dalam ruangan juga terdapat beberapa pakaian yang dapat disewa penunjung dengan tarif 20 ribu rupiah. Pengunjung istana tidak hanya berasal dari Kota Medan, tapi juga dari luar kota bahkan luar negeri. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pelajar, anak-anak, orangtua hingga peneliti.

Selasa, 18 Oktober 2011

5 Rekomendasi Toko Roti Enak di Bandung

Makan. Siapa yang tak kenal Bandung? Ibukota Jawa Barat yang dijuluki Parijs van Java ini sudah menjadi destinasi wisata tidak hanya di akhir pekan tapi juga di tiap liburan sekolah. Sekarang, yang menjadi daya tarik bukan hanya pesona keindahan alam dan kesejukannya atau factory outlet yang menjamur, tapi variasi kulinernya pun sudah menjadi alasan wajib mengunjunginya.


Salah satu makanan yang cukup menarik karena cocok baik untuk lidah lokal maupun mancanegara adalah roti. Ada beberapa toko yang tersebar di kota Bandung yang menjual roti enak dengan rasa variatif dan harga terjangkau. Berikut ini saya Achmad Annama (Anam) sampaikan beberapa rekomendasi toko roti yang patut dicoba selama anda berada di Bandung:


1. Roti Sidodadi Sudah tiga generasi toko roti ala Belanda ini berdiri di Jl. Otista 255, sekarang dekat dengan pusat perbelanjaan Pasar Baru. Anda bisa mendapatkan roti berkualitas dengan harga terjangkau. Teksturnya lembut dan rasanya enak. Jika berniat mampir, saya sarankan anda datang di pagi hari sebelum ramai dan antri, sementara rotinya masih hangat. 
2. Roti Sumber Hidangan 
Toko roti yang berlokasi di titik jayanya Bandung di era 1930an ini khusus menjual roti-roti ala Belanda dengan nama-nama Belanda. Awalnya bernama Snoephuis dan interiornya memang barang-barang jadul. Jangan kuatir masalah harga, karena mashi pas di kantong remaja. Pilihan rasanya pun beragam. Dijamin puas! 
3. Roti Braga Permai 
Tak jauh dari Sumber Hidangan, kita dapat menemukan toko ini. Meski tidak menyajikan banyak variasi namun rasa rotinya lebih membumi dan pas di lidah lokal. Toko ini juga menawarkan hidangan roti dikombinasikan dengan es krim. Saya rekomendasikan Cake Vulcano untuk anda cicipi, jangan kuatir karena harganya masih cukup ramah di kantong. 
4. Roti Gempol 
Jempolan seperti namanya! Dan lokasinya di tempat bersejarah, seperti: Gempol. Toko ini menyediakan sofa yang nyaman untuk menikmati hidangan berbasis roti yang fresh from the open. Suasana tempo dulunya akan membuat anda betah berlama-lama disini. Rasa? Manis, asin, tawar semua ada disini. 
5. Roti Vitasari 
Toko roti ini lebih modern dibanding yang lain. Namun, meski baru, kualitas rotinya tidak kalah dengan para seniornya. Toko ini bisa kita datangi di Jalan Burangrang, Bandung. Mampir dan rasakan roti sosisnya, sangat gurih!

Rabu, 12 Oktober 2011

Othek, Rujak Bumbu Petis Khas Madura

Makan. Kuliner ini adalah perpaduan antara sayuran, tempe dan lontong yang disiram dengan kuahyang terbuat dari campuran kacang, petis merah Madura, cabai dan yang unik, potongan pisang klutuk dan daun pepaya muda. Ini adalah rujak khas Madura yang disebut Othek. Walaupun sama-sama rujak, tapi kreasinya berbeda. Rujak Othek banyak dijual di Lumajang dengan sebutan Rujak Ireng karena warna petisnya atau Rujak Duro karena penjualnya berasal dari pulau Madura, khususnya daerah Lembak. 


Rujak ini dijual dengan harga murah cukup terjangkau tapi rasanya benar-benar bikin ketagihan. Dari segi presentasi memang tidak terlalu menggiurkan, tapi ketika sendokan pertama tiba dan bibir lalu masuk ke mulut, sensasi itu mulai terasa. Jadi, buat kalian pecinta kuliner nusantara, cobalah Rujak Othek olahan para pedagan asli Madura yang maknyus ini bila bertandang ke Lumajang atau kota-kota Jawa Timur lainnya.

Kamis, 15 September 2011

6 Tipe Makanan Sehat & Mengenyangkan

Makan. Ada beberapa jenis makanan yang dapat membuat anda kenyang lebih lama. Dengan begitu kita dapat mengontrol apa yang kita makan sekaligus mencapai berat badan ideal. Tenang... Semua makanan ini enak, mudah didapatkan dan tentu saja murah. Silakan disimak: 
Telur 
Dengan menjadikan telur rebus, telur mata sapi ataupun scrambled egg sebagai salah satu menu sarapan, maka kita akan merasa lebih berenergi untuk beraktivitas seharian! Dengan hanya 70gr kalori, telur mampu menyediakan 6gr protein. Protein ini mampu menahan rasa lapar dan membuat kenyang lebih lama. 
Sup
Menjadikan sup sebagai asupan awal di pagi hari, kita telah mengaktifkan sinyal kenyang dalam otak. Jadi, sebelum terdorong menikmati makanan lain, semangkuk sup yang terbuat dari kuah kaldu kaya protein dan mineral dipadu sayuran kaya serat telah membuat kita merasa cukup.
Alpukat
Buah yang mengandung lemak tak jenuh tunggal ini membantu memperlambat kecepatan perut mengosongkan dirinya. Alpukat juga kaya kandungan folat, potasium dan vitamin E. Banyak penelitian menyimpulkan kalau buah dengan 3 macam nutrisi ini sangat mengenyangkan!
Oatmeal
Setengah cangkir oatmeal berukuran 3gr yang dipadu dengan susu segar dan buah-buahan akan membuat perut anda penuh hingga lama. Selain itu, perpaduan kaya protein, kalsium, mineral dan serat ini sangat baik untuk pencernaan.
Apel
Sebutir apel matang memang hanya mengandung 80 kalori, tapi kandungan 4gr serat dan air yang tinggi di dalamnya berefek kenyang serupa dengan makan besar.
Kacang-kacangan
Kedelai, kacang merah, buncis atau kacang panjang yang ditumis atau direbus dapat membuat perut kenyang lebih lama. Karena, selain mengandung karbohidrat kompleks mereka mengandung 14gr protein tiap cangkirnya. Selain itu, kacang-kacangan seperti mede, almond dan atau pistacchio yang disajikan tanpa garam dan bumbu merupakan kombinasi sempurna antara serat, protein dan lemak.

Senin, 08 Agustus 2011

Lapar Mata saat Berbuka Puasa di Resto Mr. Koki

Makan. Lapar Mata? Iya, itu adalah sebuah kondisi dimana mata memiliki hasrat makan lebih besar daripada perut. Mata mengirimkan sinyal lapar ke otak terhadap semua makanan, baik gambar, dami maupun menu tersaji dan tidak mengindahkan sinyal keterbatasan kapasitas perut. Situasi lapar mata ini biasanya terjadi menjelang berbuka puasa atau setelah beberapa lama kita tidak makan/ minum. Dan, hal ini pun terjadi pada kami; saya Achmad Annama (Anam) dan istri saya Merry Samsuri (Merry).

Ceritanya, saat itu Minggu, 6 Agustus 2011 kami baru saja pulang menjelajah 3 tempat eksotik di Balikpapan (Kawasan Wisata Pendidikan; Rumah Beruang Madu, Bukit Bangkirai dan Penangkaran Buaya-Tritip). Setelah ngabuburit yang cukup melelahkan itu, kami putuskan untuk berbuka puasa di Resto Mr. Koki yang terletak di Jl. Jend. Sudirman, Balikpapan Selatan. Letaknya di pinggir jalan tidak jauh dari Hotel Le Grandeur. Setelah duduk, kami diberikan menu yang ukurannya sangat besar dengan gambar-gambar yang membuat air liur menetes. Saya dan istri silih berganti menyebutkan menu-menu yang diinginkan. Tanpa terasa, beberapa menu sudah terpilih; Kepiting Saos Padang, Fu Yung Hai dan Kangkung Cah Udang untuk santapan makan malam. Sedangkan Es Kelapa Muda, Es Jeruk dan Pisang Goreng (pisgor) Tse Zuan untuk berbuka puasa.

Kami masih belum menyadari lapar mata ini hingga semua makanan terhidang. Mata kami terbelalak! Subhaanallah, banyak sekali makanan yang terhidang. Orang-orang di meja lain bahkan sempat beberapa kali melirik ke meja kami. Mengetahui itu, muka kami pun memerah dan saling berpandangan, bertanya dalam hati "Sanggupkah kita menghabiskan semuanya?". Lalu kami pun tersenyum. Adzan Maghrib di belahan tengah bumi Nusantara pun berkumandang dan kami mulai dengan menyantap menu berbuka puasa. Saya teguk es jeruk hingga setengah gelas dan menikmati beberapa potong pisgor-nya. Istri menikmati es kelapa muda langsung dari batoknya sambil sesekali mengerok dagingnya yang masih muda dan lembut. Kami pun sepakat untuk meminggirkan pisgor untuk kemudian dibungkus.

Berikutnya kami menikmati santapan utama. Pertama, bagian demi bagian tubuh kepiting kami sikat ditemani suapan-suapan nasi. Nikmat, dagingnya manis dan gurih. Diselingi pula dengan tumis kangkung yang sedap dengan beberapa ekor udang yang menggiurkan. Sesekali kami juga mencuil fu yung hai. Meskipun memakan waktu sedikit lebih lama, akhirnya porsi kepiting dan kangkung tandas juga. Alhamdulillah! Lengkap sudah perjalanan hari ini. Sayang, fu yung hai yang juga enak itu harus kami bungkus. Beserta pisgor, keduanya akan kembali menemani kami saat sahur.

Secara keseluruhan, resto Mr. Koki dengan chef-chef Muslim Tionghoa ini selalu menyajikan makanan-makanan berkualitas yang kaya rempah, porsi besar, rasa terjamin namun dengan harga yang cukup terjangkau. Saya tak pernah bosan untuk berkunjung dan bersantap di sini, minimal tiap bulan. Apalagi Pisgor Tse Zuannya yang gurih dengan balutan karamel dan taburan wijen di atasnya. Nikmat! Jadi, kalau kamu mampir ke Balikpapan, jangan lupa untuk makan di sini ya. Tapi, jangan lapar mata! He7x...

Sabtu, 23 Juli 2011

Gulai Daging Sapi, Cilandak

Makan. Ceritanya saya, Achmad Annama (Anam) dinas di kantor pusat AEL Mining Services di Talavera, Cilandak, Jumat, 22 Juli 2011 kemarin. Sehabis shalat Jumat, bersama pak Ady dan pak Acep, saya mampir ke rumah di seberang masjid yang ternyata juga berfungsi sebagai tempat makan. Mereka menjual Gulai dan Bakso. Saya sendiri memesan seporsi Gulai Sapi. Sambil menunggu hidangan datang, saya menikmati 2 bongkah gorengan kenyal mirip bakwan, he7x...

Tak lama, pesanan pun datang. Kuahnya yang berwarna kuning kecoklatan cukup kental. Dagingnya pun empuk dan gurih. Nikmat sekali! Dinikmati bersama nasi hangat yang langsung diambil dari bakulnya. Dengan lahap, secuil demi secuil daging sapi itu berpindah ke dalam perut. Keringat segar pun bercucuran di dahi. Setelah selesai saya membayar Rp. 18.000,- untuk semangkok Gulai Sapi, nasi sekenyangnya, 2 bongkah bakwan dan segelas es teh manis. Sepadan! Yuks, makan Gulai Sapi di Cilandak.

Kamis, 17 Maret 2011

Odong-odong Dekat Rumah

Main. Keponakanku Faiz Khaerusyabana (Faiz) suka sekali naik odong-odong. Sekali main bisa sampai 3-4 putaran. Putaran disini berdasarkan lagu anak-anak yang mengiringi selama kurang lebih 2-3 menit. Lumayan lah daripada lagu dangdut koplo. Per lagu cukup membayar Rp. 1.000,-. Jadi kalau 3-4 kali sekitar Rp. 4.000,-. Masih lebih murah dibanding menunggang permainan yang sama di Mal/ Plaza. Toh bentuknya sama dan yang terpenting musik dan goyangannya sama, he7x...

Sejak awal kemunculannya pada 2006 hingga sekarang, tak pernah ada yang tahu kenapa disebut odong-odong. Yang jelas, pengusahanya dianggap sangat berjasa menghibur anak-anak hingga ke pelosok kampung dengan harga cukup terjangkau. Cuma seceng atau seribu rupiah saja. Selain murah meriah, odong-odong juga bisa jadi sarana sosialisasi bagi para ibu anak-anak yang menunggang odong-odong. Asal jangan ngegosip yaaa!

Odong-odong ini sebenarnya sebuah becak yang dimodifikasi menjadi kiddie ride/ tunggangan anak-anak dengan model beragam. Ada mobil, motor, hewan dan lain sebagainya. Konsepnya adalah si abang-abang mengayuh becak dalam keadaan statis, kayuhannya memutar dinamo yang menggerakkan tunggangan itu. Selain model ini, ada juga odong-odong model mandi bola atau kincir mini. Saat ini odong-odong tidak hanya masyhur di pelosok kota Jakarta tapi juga hingga Jawa, Sumatera, Kalimantan bahkan Sulawesi. Yuk, ibu-ibu, mbak-mbak, ajak anak dan adiknya main odong-odong. Sayang anak, sayang adik!

Minggu, 09 Januari 2011

Selera Nusantara di Senayan

Makan. Bila anda sedang berkunjung ke gedung DPR/ MPR, atau anda bekerja di dalam gedung wakil rakyat ini, atau sekedar main di sekitar Senayan, maka sempatkan untuk mampir ke kedai-kedai yang terletak persis di pinggir jalan seberang pintu masuk samping gedung DPR/ MPR. Maka, anda akan melihat kalau Selera Nusantara apik disajikan disini, mulai makanan ala Sumatera (Batak), Kalimantan (Banjar) hingga Sulawesi (Manado). Rasanya sesuai dengan lidah rakyat, enak dan harganya pun pas di kantong rakyat, murah. He7x... Simak ulasan saya Achmad Annama (Anam) dibawah ini ya, semua kedai terletak di jalan Gelanggang Olahraga (Gelora) Senayan.

Soto Banjar Hj. Ida
Letak kedai ini sangat dekat dengan pertigaan jalan. Menu andalannya sudah pasti Soto Banjar bening yang disajikan dalam mangkok besar berisi perkedel, soun, potongan telur dan suwiran ayam. Dinikmati bersama ketupat atau nasi putih. Selain itu, anda pun bisa menyantap penganan khas banjar lainnya, yaitu Kue Bingka berbentuk bunga dengan 6 kelopak berwarna kuning kecoklatan. Tiap loyang besarnya diganjar Rp. 16.000,-. Namun, kegurihan dan kelezatan rasanya sebanding.

Warung Masakan Manado (Masman)
Saking larisnya, warung ini hanya buka dari pagi sampai siang saja. Menu andalannya adalah makanan khas Manado yang sudah sangat terkenal; Sambal Rica-rica dan Ayam tinutuan. Ada juga  masakan lainnya, seperti Ayam Tuturuga, Ayam Bulu Brenebon, Paniki, Sait dan Sayur Bunga Pepaya. Warung ini juga menyediakan kue-kue khas Sulawesi Utara, seperti Cucur Manado, Apang Cae, Popacho dan Panada. Sebagai penutup santap siang anda disini, cobalah memesan Saguren, minuman nikmat yang terbuat dari air tuak aren seharga Rp. 7.000,- per gelas.

Lapo Ni Tondongta
Kedai ini khusus buat mereka yang menyukai masakan khas Batak dan diperkenankan makan dengan lauk yang haram bagi umat Islam, yaitu Anjing dan Babi. Menurut mereka, menu andalannya yang paling laris adalah Babi Muda (Lomok-lomok). Tersedia juga Babi Panggang, Nami Ura, Ansak, Lele Tumbo, Susu Kerbau, Sayur Singkong dan beberapa camilan. Lapo ini  sudah memiliki cabang di berbagai tempat. Keunikannya, Lapo ini tutup tiap hari Senin.

Jadi, sudah putuskan akan makan dimana saat anda di seputar Gelora senayan?

Selasa, 04 Januari 2011

Tahu Tek Cak Madjid - Kemayoran

Makan. Pasti anda bertanya-tanya, makanan seperti apa sih Tahu Tek itu? Tahu Tek adalah masakan asli Lamongan berupa tahu goreng yang digunting kecil-kecil dicampur dengan kentang goreng setengah matang, toge dan kerupuk udang. Semua bahan tersebut kemudian disiram racikan bumbu yang terdiri dari petis, kacang tanah, cabe dan bawang putih. Cak Madjid  membuka kedai Tahu Tek ini di warung tenda yang terletak Jl. Garuda 76, Kemayoran.

Selain Tahu Tek, Cak Madjid juga menawarkan beraneka menu lain yang tak kalah sedapnya, yaitu Tahu Campur, Rawon dan Rujak Cingur. Rasa yang ditawarkan sangat otentik, sedangkan harga yang ditawarkan cukup murah, sangat bersahabat dengan kantong masyarakat menengah ke bawah. Jadi, kalau anda melintas di daerah Gunung Sahari, silakan mampir kesini untuk menikmati Tahu Tek yang lezat.

Selasa, 12 Oktober 2010

Sedapnya Yong Tau Fu di Tekka Market


Makan. Setelah menikah pada 3 Oktober 2010, lusanya kami langsung berangkat ke Singapura untuk berbulan madu. Bukan bulan madu seperti yang dibayangkan banyak orang, tapi lebih kepada petualangan bersama. Dan, karena kami berdua sama-sama suka makan, honeymoon ini juga akan merangkap wisata kuliner! He7x... Kami tidak tinggal di hotel mewah, tapi di hostel murah namun cukup bersih dan strategis. Lokasinya di Dickson Road, Littler India. Jadi, dekat sekali dengan Tekka Market dan stasiun MRT Little India.

Lalu apa yang spesial dari pasar Tekka ini? Selain karena mayoritas penjual dan pembeli adalah warga keturunan India, pasar tradisional ini juga sangat bersih dan tertata rapi. Tidak seperti kebanyak pasar basah di Indonesia. Di bagian atasnya terletak apartemen dan dibawahnya ada food court yang cukup terkenal. Lengkap deh, one stop living.

Nah, karena dekat, jadi kami sering mampir ke food court-nya. Selain banyak pilihan dan enak-enak, harganya juga tidak semahal makan di mal-mal Singapura. Favorit kami? Yong Tau Fu! Memang, di Indonesia sudah banyak juga tersedia, diantaranya di Citraland dan MKG3. Namun, rasanya beda dan harganya lebih mahal. Disini, harganya berkisar S$ 1-5 (7-35 ribu rupiah) semangkok, sedangkan di Indonesia satuannya seharga 5-9 ribu rupiah.

Apa sih Yong Tau Fu? Buat yang belum tahu, ini adalah semacam makanan tradisional khas negeri Singa, mirip bakso gitu gan cuma banyak pilihannya macam bakwan malang. Dengan tetap waspada, seraya bertanya-tanya mana yang babi, mana yang haram. Masing-masing dari kami sibuk memilih sayuran, sea food hingga aneka daging. Disitu ditulis Self Service, jadi kami ambil mangkok, ambil penjepit dan sigap memilih. Di Tekka, harga satuannya sekitar 30 sen saja, jadi kalau kita pilih 7 tambah nasi/ mie 40c totalnya S$2,5 atau sekitar 18 ribu per orang.

Untuk kuahnya ada 2 pilihan; Tomyam dan Laksa. Tomyamnya asam nikmat, Laksanya pedas gurih. Pilih yang manapun takkan menyesal, rasanya sangat khas peranakan. Kebetulan istri saya juga keturunan Tionghoa, jadi pas di lidah rasanya. Sayurnya segar, sea foodnya gurih, dagingnya empuk. Hidangan ditutup dengan minum es susu kacang kedelai sehara S$1,5 untuk 2 gelas. Selain di Tekka Market, rasakan juga sensasinya di Maxwell Road. Lalu bandingkan dengan yang ada di Jakarta. Selamat mencoba nikmatnya makan Yong Tau Fu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...