Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label thailand. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Pameran Batik ASEAN di Batam

Main. Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau bekerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Batam dan Yayasan Batik Indonesia telah melaksanakan Pameran Batik se-ASEAN pada 2-4 Desember 2011 di Mega Mall Batam Centre. Pameran yang diikuti 10 buyer group asosiasi pengusaha dan korporasi baik dalam negeri dan mancanegara serta melibatkan 72 peserta pelaku batik ini menargetkan 500 ribu pengunjung. Pameran ini sendiri merupakan tindak lanjut dan bentuk tanggung jawab pasca ditunjuknya Batam sebagai Pusat Promosi Batik ASEAN pada World Batik Summit yang lalu. 


Dari dalam negeri, propinsi yang ikut serta adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat dan Papua. Sedangkan dari luar negeri akan hadir delegasi dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam. Sementara dari Yayasan Batik Indonesia menampilkan 22 produk unggulan batik Indonesia. Kegiatan ini merupakan jawaban atas tingginya pasar Asia Tenggara terhadap batik dalam dua tahun belakangan ini. Pasarnya sendiri adalah 600 juta penduduk ASEAN. Pameran ini akan dirangkai dengan seminar Batik, business meeting hingga pelatihan.

Sabtu, 01 Oktober 2011

1 Gelar untuk Indonesia di World Travel Awards 2011

Main. World Travel Award (WTA) 2011 untuk wilayah Asia dan Australia telah digelar di Bangkok, Thailand, akhir September lalu. Dalam kegiatan yang juga dikenal sebagai “Oscar”-nya pariwisata itu, Indonesia hanya meraih 1 gelar dari 5 nominasi, yaitu: 
1. Hotel Sedona, Manado untuk Leading Business Hotel; 
2. Pan Pacific Nirwana Resort, Bali untuk Leading Golf Resort; 
3. Ayana Resort and Spa, Bali untuk Leading Resort; 
4. Ayana Resort and Spa, Bali untuk Leading Spa Resort; dan 
5. The Saint Regis Resort, Bali untuk Leading Hotel. 
Indonesia meraih Asia's Leading Hotel. Bandingkan dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand yang menyabet banyak penghargaan. Sebut saja Malaysia yang memenangkan kategori bergengsi: Sports Tourism Destination, Asia's Leading Airline, Airport Hotel, City Destination; kemudian Singapura memenangkan: Leading Airport, Leading Meetings & Conference Centre, Leading Business Hotel, Leading Casino Resort, Leading Design Hotel, Leading Fully Integrated Resort, Leading Themed Resort. Lalu Thailand, dengan sejumlah penghargaan: Leading City Hotel, Leading Meetings & Conference Destination , Leading City Spa Hotel, Leading Cruise Port, Leading Family Resort, Leading Spa Resort. 


Sementara badan pariwisata terbaik di Asia diberikan kepada Incredible India, untuk travel agency diberikan kepada Diethelm Travel Group, perusahaan ini juga memenangi ketegori tour operator terbaik; dan untuk kategori Asia's Leading Travel Exhibition dianugerahkan kepada ITB Asia. India juga memenangi penghargaan sebagai Asia's Leading Destination. 


World Travel Award didirikan pada tahun 1993 untuk memberikan pengakuan dan merayakan keunggulan dalam semua sektor industri perjalanan dan pariwisata. Gelaran ini telah berkembang menjadi ajang penghargaan paling bergengsi komprehensif dan dicari untuk perjalanan global dan industri pariwisata dan diakui dan dihormati di seluruh dunia sebagai ciri keunggulan definitif. Selain di Bangkok, tahun ini bertindak sebagai tuan rumah kegiatan ini juga di Dubai untuk kawasan Timur Tengah; Antalya, Turki untuk Eropa; Sharm el Sheikh, Mesir untuk Afrika dan Samudera Hindia; Jamaika untuk Karibia dan kawasan Amerika dan grand final akan diselenggarakan di Doha, Qatar pada akhir tahun. 


Nominasi World Travel Award diputuskan sebuah panel independen terdiri dari para ahli industri dan menilai kriteria memperhitungkan setiap aspek bisnis termasuk kinerja secara keseluruhan, pengembangan produk, inovasi, kreativitas dan kepuasan pelanggan. Untuk melihat lebih lengkap siapa saja pemenangnya, silakan klik laman World Travel Awards ini 

Rabu, 03 Agustus 2011

Nasib Anggrek Indonesia

Dari 20 ribu jenis Anggrek di dunia, sekitar 25% berada di Indonesia. Ini peluang dan potensi untuk melakukan budidaya anggrek. Pemerintah juga harus mendukungnya karena langkah ini dapat meningkatkan taraf ekonomi rakyat sekaligus melestarikan anggrek sebagai tanaman hias khas Indonesia.

Namun, hingga saat ini sangat jarang baik masyarakat umum maupun petani yang membudidayakan anggrek. Selain karena dianggap mahal, anggrek juga dipahami sulit dipelihara. Padahal, ini karena kita belum tahu bagaimana cara menanam dan memeliharanya dengan baik dan efisien.

Sepantasnya pemerintah dan dunia bisnis bekerja sama dengan akademisi dan petani dalam melakukan budidaya anggrek. Sehingga selain dapat mempertahankan dan mengembangkan keaneka ragaman hayati juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Yang ada sekarang, Indonesia hanya mengirimkan plasma nnutfah (zat pembawa sifat keturunan) ke Thailand atau Vietnam. Mereka lah yang nantinya mengembangkan dan mengekspor anggrek-anggrek yang sudah berkembang tersebut ke seluruh dunia, bahkan kembali diimpor ke Indonesia. Mengenaskan ya?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...