Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label destinasi wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label destinasi wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

Tips & Trik Berwisata untuk Wanita Hamil

Main. Kehamilan jangan jadi penghalang untuk berwisata atau jalan-jalan. Karena refreshing dan ganti suasana baru akan berefek positif bagi kesehatan kandungan. Namun perencaan wanita saat hamil tentu saja berbeda dengan kondisi normal. Berikut di bawah ini saran-saran yang dapat kami berikan bila wanita ingin tetap melakukan perjalanan saat hamil. 
1. Konsultasi dengan Dokter 
Lakukan check up pra kelahiran dan konsultasikan ke dokter apakah kehamilan anda cukup aman untuk sebuah perjalanan wisata. Mintalah keterangan darinya bahwa anda aman dan diijinkan untuk melakukannya. Jangan pernah ragu untuk menanyakan segala hal terkait rencana anda sejak pergi hingga pulang. Ini semata-mata untuk keamanan dan kenyamanan anda. 
2. Cek Maskapai Penerbangan Anda 
Jelaskan ke petugas berwenang bahwa anda sudah mendapatkan surat keterangan dari dokter dan pastikan anda diijinkan untuk terbang. Karena, sebagian maskapai tidak menyarankan wanita hamil lebih dari 36 minggu untuk ikut terbang. 
3. Persiapan Matang 
Siapkan semua dokumen yang dibutuhkan, seperti tiket, KTP, SIM, Paspor, NPWP, Kartu Debit/ Kredit, Kartu Nama Dokter Kandungan dan lain sebagainya. Siapkan juga semua keperluan yang akan meningkatkan kenyamanan anda, seperti pakaian, sepatu, sandal, handuk, peralatan mandi dan tentu saja obat-obatan. Siapkan juga air mineral dan camilan ekstra untuk anda. Terakhir, tentu saja jangan lupa untuk menggandeng pasangan anda. 
4. Di Pesawat 
Pilih kursi dekat jendela dan didampingi pasangan anda. Atau bila tidak suka di pinggir, bertukar tempat dengan pasangan. Kenapa tidak duduk di pinggir? Semata untuk mengurangi ketidak nyamanan bila harus bangkit dari kursi untuk memberi penumpang lain jalan saat ingin ke kamar mandi. Sabuk pengaman jangan melintangi perut anda dan usahakan jangan terlalu kencang. Sesekali luruskan dan renggangkan kaki anda agar darah tidak beku dan menggumpal di kaki. Pastikan anda berpegangan ke rel tangan saat naik dan turun tangga pesawat, perlahan dan tidak terburu-buru. 
5. Di Destinasi Wisata 
Saat berwisata, pastikan makanan dan minuman anda cukup sehat dan bersih. Ini untuk menghindari diare dan penyakit lainnya disebabkan pilihan menu yang kotor dan kurang matang dimasak. Pilihlah makanan segar, seperti sayur mayur dan buah-buahan serta air mineral. Pilih pakaian yang nyaman untuk dikenakan, jangan terlalu sempit dan cari bahan yang dapat menyerap keringat. Jangan paksakan diri bila sudah letih, cari tempat rehat yang teduh. Jaga agar selalu good mood.

Minggu, 23 Oktober 2011

Ternate, Pesona kota Sejuta Benteng

Main. Kota Ternate merupakan kota kepulauan dengan 8 pualu yang memiliki luas wilayah 547,736 km². Pulau Ternate, Pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Mayau, dan Pulau Tifure merupakan lima pulau yang berpenduduk, sedangkan tiga pulau lain seperti Pulau Maka, Pulau Mano dan Pulau Gurida berukuran kecil dan tidak berpenghuni. Sebagian besar daerah Ternate bergunung dan berbukit, terdiri atas pulau vulkanis dan pulau karang dan ditandai dengan keberagaman ketinggian dari permukaan laut antara 0-700 m dpl.


Kontur tanah berbukit inilah yang menyebabkan para penjajah membangun banyak benteng untuk mempertahankan pulau penghasil rempah-rempah bagi mereka. Nah, jejak kolonial dan hebatnya daya tarik Ternate bagi para penjajah Eropa dapat dilihat dari banyaknya benteng di kota ini. Berikut di antaranya yang layak dijadikan destinasi wisata:


Benteng Oranye 
Dibangun pada 1607 oleh Cornelis Matclief de Jonge dari Belanda. 
Benteng Kalamata (Santa Lucia) 
Benteng berjuluk Kayu Merah ini semula dibangun oleh Piyageta atau Portugis pada 1540. Kemudian dipugar oleh Pieter Both dari Belanda pada 1609. 
Benteng Tolukko (Santo Lucas) 
Dibangun Fransisco Serao, seorang berkebangsaan Portugis, pada 1540 yang kemudian direnovasi Pieter Both dari Belanda pada 1610. 
Benteng Kotanaka 
Dibangun Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-18. Letaknya di samping kanan sebelah utara Kedaton Sultan Tenate, di atas sebuah bukit. 
Benteng Gamlamo (Santo Paolo, Nostra Senora de Rosaria) 
Dibangun pada 3 Juni 1522 sebagai benteng pertama yang dibangun Portugis sejak kedatangan mereka di Ternate pada 1515. Di benteng inilah Sultan Khairun dijebak dan kemudian dibunuh oleh Portugis pada 1570. 


Selain itu juga ada benteng-benteng Lainnya yang tak kalah menarik, seperti: Benteng Kastela dan Banteng Santo Predo di kota Ternate, Benteng Tahuela dan Benteng Tjobee di Kota Tidore Kepulauan, Benteng Peninggalan PD II dan Benteng Portugis di Kabupaten Halmaera Timur, Benteng Bernaveld dan Benteng Mauritz di Kabupaten Halmahera Selatan, Benteng Dervarwaching di Kabupaten Kepulauan Sula dan Meriam Antik dan Bunker di Pulau Kao.

Selasa, 14 Juni 2011

5 Atraksi dan Ritual Tradisional yang Mempesona


Sebenarnya banyak atraksi dan ritual tradisional Indonesia yang menarik untuk disaksikan. Namun tak banyak yang berhasil dikemas dengan baik, dipromosikan dan akhirnya mampu menjadi daya tarik dan destinasi wisata pilihan di Indonesia. Menurut saya ada 5 yang layak menjadi pilihan. Saya pribadi baru menyaksikan langsung salah satunya, yaitu Debus. Sementara yang lain baru sebatas menikmati di televisi dan internet.

Kasada
Upacara Kasada dilakukan masyarakat Tengger di Gunung Bromo, Jawa Timur untuk mengangkat tabib atau dukun di tiap desa. Syaratnya, mereka harus menghafal beberapa mantera. Malam ke 14 bulan Kasada mereka berbondong bondong ke Pura sambil membawa berbagai macam hasil pertanian dan ternak sebagai sesaji yang akan dilemparkan ke kawah Bromo. Tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat di atas lautan pasir gunung Bromo.

Setelah selesai acara, ongkek-ongkek berisi sesaji dibawa dari kaki Gunung Bromo ke atas kawah dan dilemparkan ke dalamnya sebagai simbol pengorbanan nenek moyang dan kaul terima kasih. Di dalam sudah siap banyak pengemis yang akan mengambil dan memungutinya. Ritual ini selalu menjadi perhatian turis baik lokal maupun mancanegara.

Karapan Sapi
Melangkah ke Utara ada Madura yang terkenal dengan Karapan Sapi. Dalam acara ini, penonton tidak hanya disuguhi pertarungan adu cepat sapi dan adu ketangkasan joki tapi juga arak-arakan sapi mengelilingi pacuan yang diiringi Seronen, alat musik khas Madura. Panjang lintasannya antara 180-200 meter dan dapat ditempuh dalam 14-18 detik saja. Sapi-sapi itu dapat berlari cepat bukan hanya karena keahlian para joki di atas bambu yang berada di belakangnya tapi juga karena cambuk paku yang kerap dipukulkan ke bokong sapi.

Sangat sulit menentukan pemenangnya karena selisihnya kadang cukup tipis, hingga seper sekian detik. Karapan sapi  sebagai warisan tradisional turun temurun sangat unik dan tidak pernah dilewatkan oleh para wisatawan.

Makepung
Serupa tapi tak sama dengan Karapan Sapi, pulau di timur Jawa ini punya Makepung. Balap kerbau asal Jembrana, Bali ini selalu menjadi tontonan unik yang segar dan menghibur. Awalnya hanya permainan para petani. Namun keisengan ini berkembang luas dan menjadi atraksi budaya yang sangat menarik. Joki berdiri diatas gerobak yang ditarik kerbau dan memacunya pada sebuah lintasan.

Kini atraksi ini telah dikelola secara profesional dan menjadi agenda tahunan wisata di Bali. Pelaksanaannya dimeriahkan oleh Jegog, gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu. Bila pertarungannya tingkat kabupaten atau propinsi akan lebih meriah lagi dengan hadiah yang cukup besar.

Debus
Debus berasal dari Banten, sebuah propinsi di ujung barat Jawa. Atraksi berbahaya ini berasal dari daerah Al-Madad dan semakin lama kesenian bela diri ini semakin berkembang pesat. Tumbuh ratusan tahun yang lalu seiring masuk dan tumbuhnya Islam disini. Pada masa penjajahan Belanda, Sultan Ageng Tirtayasa debus digunakan untuk membangkitkan semangat para pejuang karena pada saat itu kekuatan tidak berimbang baik peralatan maupun jumlah pasukan. Debus sendiri sebagai pertunjukan sangat mengedepankan kekebalan terhadap segala jenis benda tajam.

Tabuik
Berasal dari kata dalam bahasa Arab Tabut, yang artinya mengarak. Ini merupakan tradisi masyarakat pantai barat Sumatera Barat yang digelar tiap hari Asura yang jatuh pada 10 Muharam kalender Islam. Tabuik dibawa para pengikut Syiah di Timur Tengah ke Pariaman untuk mengenang kejadian Karbela dan sebagai simbol penghormatan terhadap cucu Nabi Muhammad SAW. Pagelaran yang unik dan meriah ini tak pernah alpa sebagai agenda wisata resmi tiap tahunnya.

2 minggu jelang Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan, membuat penganan dan berpuasa. Dalam upacara ini juga terdapat Tabuik lain, yaitu perwujudan Buraq, binatang ajaib berbadan kuda berkepala manusia dan bersayap. Jumlahnya sepasang, terbuat dari bambu dan kayu, berwarna dominan merah dan diikat di atas tonggak setinggi 15 meter. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...