Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label bung karno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bung karno. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2011

Rumah Bersejarah Fatmawati yang Terlupakan

Siapa tak kenal nama Fatmawati? Anda tidak tahu? Berarti kecintaan anda terhadap Indonesia masih belum dalam! Karena, hampir semua orang tahu Fatmawati, Ibu Negara yang menjahit bendera pusaka Merah Putih. Tapi tak banyak orang pernah mengunjungi rumah kayu bergaya panggung bersejarah terkait beliau di Jalan Fatmawati, Bengkulu. Ya, bengkulu! Tepatnya di kelurahan Anggut Atas, kecamatan Ratu Samban.

Rumah bersejarah itu merupakan peninggalan pribadi keluarga Fatmawati. Banyak cerita historis berkaitan dengan masa kecil Ibu Fatmawati di sana. Rumah ini menjadi saksi sejarah keterlibatannya dalam kancah perjuangan kemerdekaan, termasuk saat menjahit sang saka Merah Putih. Sayangnya rumah adat bersejarah itu kini kurang terawat dengan baik. Rumah tersebut masih seperti dulu. Isinya berupa perabotan kursi, meja rias, tempat tidur masih tersusun rapi. Di rumah bersejarah itu masih ada juga sejumlah koleksi foto Fatmawati semasa kecil bersama keluarga sampai kemudian menikah dengan Bung Karno, Presiden RI pertama. 

Kurang banyaknya masyarakat yang tahu dan antusias untuk mengetahui rumah bersejarah tersebut disebabkan kurangnya sosialisasi dan promosi dari Pemda Bengkulu, khususnya Dinas Pariwisata. 
Sangat disayangkan! Padahal, selain dapat dijadikan destinasi wisata yang menarik, tempat ini lah salah satu titik tolak sejarah perjuangan bangsa. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi? Kalau tidak sekarang melestarikannya, kapan lagi?

Rabu, 01 Juni 2011

Misteri Patung Pancoran

Anda tahu Patung Pancoran? Tahu dimana letaknya? Jangan jawab tidak tahu ya... Hampir semua warga Jakarta tahu Patung Pancoran yang terletak di depan Wisma Aldiron, bekas Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia (Mabes AURI) di jalan Gatot Subroto. Nama aslinya adalah Patung Dirgantara, dirancang oleh Edhi Sunarso dan dikerjakan oleh para pematung keluarga Arca Yogyakarta. Patung ini adalah replikasi manusia angkasa yang menggambarkan semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajahi luar angkasa. Ide siapa? Siapa lagi kalau bukan Bung Karno. 

Di awal pembuatannya, Bung Karno sekaligus menjadi model patungnya. Dan, biaya pemasangannya bukan dari anggaran pemerintah, melainkan dari kantong pribadi Bung Karno dengan menjual sebuah mobil kuno eksotik koleksinya. Berat keseluruhan patung ini adalah 11 ton, dibagi menjadi bagian-bagian lebih kecil dengan berat masing-masing 1 ton. Patung yang terbuat dari perunggu ini tingginya 11 meter dan kaki-kaki lengkungnya setinggi 27 meter. Konstruksi patung ini dikerjakan Hutama Karya dengan Ir. Soetami sebagai arsitek pelaksananya. 

Uniknya, jika dilihat dari udara dan ditarik garis yang menghubungkan antara Patung Pancoran ini dengan Patung Pemuda Membangun Bangsa (di depan Ratu Plaza) dan Monumen Nasional (Monas di Medan Merdeka) akan membentuk segi tiga dengan total panjang jalur 19,01km. Anda tahu? 1901 adalah tahun kelahiran Bung Karno! Patung ini menghadap ke pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan jantung peradaban Indonesia di masa kolonialisasi Belanda. Konon lagi, si manusia angkasa ini menunjuk ke sebuah tempat dimana Bung Karno mengubur harta kekayaannya yang dipercaya dapat melunasi semua hutang negara. Percaya atau tidak? Semua berpulang pada hati dan pikiran anda masing-masing.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...