Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label soekarno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soekarno. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Berkunjung ke Museum Mobil di Sentul


Main. Bila anda jenuh dengan pilihan tempat untuk berakhir pekan, saya coba tawarkan alternatif destinasi liburan lain yang tidak hanya menarik tapi juga edukatif. Cobalah pergi ke arah Citeureup, tepatnya Babakan Madang, Bogor Utara hingga anda menemui Sirkuit Sentul. Selain digunakan sebagai arena balap, di salah satu sirkuit ini terdapat museum mobil dan motor dari berbagai era dan beragam pabrikan. Letaknya berada di salah satu sudut arena sirkuit, tepatnya di satu sayap tribun sirkuit sentul. Mudah koq untuk ditemukan, tiketnya juga cukup murah, hanya Rp. 7.000,- per orang.

Museum yang dibangun tahun 2009 ini memiliki koleksi sekitar 60 mobil tua yang diperoleh dari berbagai tempat di pelosok Nusantara. Hanya saja, tak seluruh koleksi mobil tua tersebut dipajang di sini karena keterbatasan ruang pamer. Karena itu, yang dipajang dibatasi 25 unit saja. Sisanya disimpan di bengkel atau dipajang di tempat lain. Setiap tiga bulan sekali, isi museum dirotasi. Satu-satunya adalah Chrysler Imperial Le Baron, sedan Amerika produksi tahun 1962 yang pernah digunakan Soekarno sebagai mobil dinasnya. Terdapat juga limusin Cadillac Fleetwood buatan tahun 1962 yang pernah menjadi mobil dinas Soeharto.

Ada pula Dodge Fargo bermesin Goodwrench V8 350 yang merupakan sedan eksotis pada dasawarsa 1960-an dan hanya dimiliki oleh kaum papan atas dunia. Spyker Touring buatan tahun 1904 adalah mobil tertua yang dikoleksi museum ini. Sedangkan koleksi yang terbaru, adalah beberapa unit kendaraan yang diproduksi pada dasawarsa 1960-an seperti VW Beetle dan Mercedes-Benz 220S. Selain mobil, museum ini juga mengoleksi 40 unit sepeda motor berbagai merek dan usia, beberapa sepeda tua dan langka, serta dua unit mobil drag race (Holden Capri dan replika Corvette Stingray).

Kamis, 13 Oktober 2011

Pohon Soekarno di Tanah Suci

Main. Bila anda pergi haji atau umrah pasti akan mendengar tentang keberadaan Syajarah Sukarnu atau dalam bahasa Indonesianya Pohon Soekarno. Lalu, bagaimana sejarahnya, pohon yang di Indonesia dikenal sebagai Pohon Mimba/ Mindi  ini bisa berada di tiap sudut kota-kota Arab Saudi, khususnya Mekkah, Madinah dan Jeddah? Ternyata, pohon ini memang dibawa Presiden RI pertama itu saat berhaji ke tanah suci. Sebagai tokoh Gerakan Non Blok terpandang saat itu, Bung Karno menawarkan ide penanaman pohon ini dan mengembang biakkannya di gurun pasir yang tandus tersebut.


Bak gayung bersambut, ide ini diterima pihak kerajaan dengan tangan terbuka. Maka pemerintah RI saat itu mengirimkan puluhan ribu bibit pohon beserta pakar-pakar tanamannya ke Arab Saudi. Hasilnya, saat ini di kawasan Padang Arafah saja sudah menghijau puluhan kilometer dengan keberadaan pohon yang tingginya mencapai 2-3 meter ini. Menariknya, pohon ini ditanam di lokasi-lokasi yang akan ditempati tenda-tenda jamaah haji yang akan melaksanakan wukuf. Sehingga bermanfaat menghalangi teriknya mentari dan mengurangi suhu yang ekstrim.


Kerajaan Arab Saudi sendiri berkomitmen memelihara pohon-pohon ini secara khusus. Mereka membuat sistem pengairan bawah tanah untuk menyirami tiap pohon ini secara rutin. Dan kita beserta seluruh jamaah haji yang berhasil tiba disana dengan selamat pasti cukup bangga dengan keberadaan pohon Soekarno ini. Maka, cintailah negerimu, lestarikan budayanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...