Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maluku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2011

Orang Bati, Makhluk Seram dari Pulau Seram

Main. Di Pulau Seram, Ambon, menurut legenda masyarakat setempat, hiduplah seekor makhluk misterius mirip manusia namun bersayap yang tinggal di pegunungan Kairatu. Pada malam hari, makhluk-makhluk yang bernama Orang Bati ini suka menculik anak kecil untuk disantap. Kisah ini mendapat perhatian Internasional setelah Karl Shuker menuangkan kisahnya dalam buku berjudul "Is Batman alive and well and living on the island of Seram?". Bila Shuker menyebutnya Batman, beberapa peneliti lainnya menyebut makhluk ini Mothman Indonesia. 


Sejak abad ke-15, para penduduk sudah melaporkan adanya makhluk misterius yang hidup di gua-gua di gunung api non aktif di Kairatu. Merek mendeskripsikan Orang Bati memiliki tinggi sekitar 1,6 meter, bersayap hitam, berkulit merah dan memiliki ekor kecil yang panjang. Orang Bati sendiri artinya Orang Bersayap. Kisah ini bertahan berabad-abad diantara penduduk lokal hingga kemudian diceritakan kepada para Misionaris Kristen yang datang ke Pulau tersebut. 


Tahun 1987, misionaris Inggris bernama Tyson Hughes tinggal selama 18 bulan di Maluku untuk mengajarkan cara bercocok tanam yang efisien. Penduduk lalu menceritakan kisah tersebut kepada Hughes yang skeptis, hingga akhirnya ia sendiri mengaku berjumpa dengan makhluk itu. Beberapa ahli Cryptozoology percaya Orang Bati adalah Pterodactyl yang masih hidup di abad modern ini. Namun teori yang paling populer adalah teori Kelelawar raksasa. Kemungkinan para penduduk melihat kelelawar raksasa sedang memakan monyet dan keliru mengidentifikasinya. Sekali lagi, Tidak ada bukti fisik yang menunjukkan bahwa makhluk ini pernah hidup di Pulau Seram. Namun entah mengapa, legenda ini terus hidup selama berabad-abad. Anda percaya?

Jumat, 07 Oktober 2011

Kapurung, Kuliner Sensasional Khas Luwu

Makan. Apa sih Kapurung itu? Kapurung  adalah kuliner khas tradisional di Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat daerah Luwu (Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur) yang terbuat dari sari atau tepung sagu. Di warung dan kedai di sana disebut juga Pugalu. Sedangkan di Maluku atau Papua dikenal juga dengan nama Papeda. Kapurung dimasak dengan campuran ikan atau daging ayam dan aneka sayuran seperti kangkung, daun labu, daun katuk, terong atau kacang panjang yang dipotong kecil-kecil.


Membuat Kapurung membutuhkan kesabaran. Tahap awal, masukkan semua sayuran dan ayam yang sudah disuwir ke dalam air mendidih hingga matang. Kemudian cairkan dua gelas tepung sagu aren dan taruh di mangkuk besar. Didihkan air panas dan masukkan ke cairan sagu tadi. Saat  tepungnya menyatu aduk seperti mengaduk dodol. Siapkan mangkuk besar, isi air dingin 1/4 mangkuk saja. Bulatkan adonan sagu pakai sumpit atau sendok dan masukkan ke baskom berisi air dingin tadi. Kalau sayur dan ayam sudah matang, matikan api. Tunggu adonan sagu selesai dibulat-bulat. Kalau sudah, masukan bumbu halus ke dalam panci sayur tadi, aduk rata, masukan juga air jeruk limau lebih banyak lebih wangi. Setelah sayur dan ayam matang, matikan api, aduk rata. Setelah sayuran siap, masukkan ke dalam baskom berisi adonan sagu tadi dan aduk rata.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...