Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label protein. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label protein. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

Mo Mie, Mie Instan Singkong ala Mahasiswa IPB

Makan. Tim mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) dibimbing Megawati Simanjuntak melakukan inovasi produk makanan siap saji, yakni mi instan berbasis singkong bernama Mo Mie. Mie ini memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan mi instan yang lain karena kandungan protein yang tinggi dan aman dikonsumsi. Para mahasiswa menciptakan mie kering, spaghetti dan sozzilatos sebagi varian Mo Mie dalam rangka diversifikasi pangan. 


Mo Mie adalah mie instan berbahan baku tepung singkong termodifikasi atau modified cassava flour (mocaf) dan tepung tempe. Pemilihan singkong cukup beralasan mengingat singkong adalah tanaman pangan yang cukup potensial di Indonesia sebagai sumber karbohidrat, yang produksinya belum optimal karena dinilai kurang ekonomis. Sedangkan penambahan tepung tempe sebagai sumber protein. 


Penggunaan tepung terigu di Indonesia cukup tinggi dalam pembuatan mie instan. Indonesia pun tercatat sebagai negara kedua dengan tingkat konsumsi mie instan berbasis terigu terbesar di dunia. Padahal, terigunya masih impor. Miris ya? Karena itu perlu dikembangkan produk pangan baru berbasis singkong untuk meningkatkan nilai ekonomis singkong sebagai salah salah satu alternatif pengganti terigu. Mocaf sendiri merupakan produk turunan dari singkong dengan prinsip modifikasi fermentasi singkong.

Kamis, 06 Oktober 2011

Teh Talua, Teh Sensasional Ranah Minang

Minum. Ingin menikmati rasa teh yang sensasional dari ranah Minang? Teguklah Teh Talua atau Teh Telor! Kuning telur ayam kampung diaduk bersama larutan teh yang dicampur dengan gula pasir dan susu kental manis lalu diseduh air mendidih. Whuaaa! Luar biasa rasanya. Lalu bisa didapatkan dimana? Minuman ini umum ditemukan di kedai-kedai mungil di pelosok Sumatera Barat. Biasanya diminum pagi hari saat sarapan atau malam hari saat pulang kerja.

Jika hanya mengandalkan lidah, anda pasti akan tertipu. Sensasi rasanya mirip cokelat panas. Kunci kenikmatan minuman ini terletak pada kualitas bahan-bahannya, semuanya pantang menggunakan kualitas nomor dua. Terutama air penyeduhnya yang harus benar-benar mendidih. Untuk menghilangkan amis telornya, di beberapa kedai disediakan potongan jeruk lemon/ jeruk nipis yang bisa diperas sendiri.

Bagaimana caranya kalau kita mau membuat sendiri? Siapkan gelasnya, masukkan satu sendok makan gula pasir. Tambahkan dengan bagian kuning telor ayam kampung. Lalu dikocok dengan pengaduk tradisional yang terbuat dari batang-batang lidi yang disatukan. Setelah dikocok selama 3 menit, campuran ini mulai mengembang. Selanjutnya takar teh bubuk dalam penyaring, jangan gunakan teh celup karena rasanya tidak maksimal. Seduh dengan air mendidih sedikit demi sedikit hingga cairan coklat pekat mengucuri adonan.

Terakhir, susu kental manis ditambahkan di atasnya. Maka terbentuklah tiga lapisan warna dalam gelas tersebut. Putih susu di bawah, coklat teh di tengah dan buih krem kekuningan di bagian atas. Rasanya? Sangat luar biasa! Apalagi Teh ini kaya akan protein dan juga dipercaya efektif meningkatkan vitalitas. Selamat mencoba!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...