Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label tabanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tabanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2011

4 Kawasan di Bali Calon Warisan Budaya Dunia

Main. Pemerintah daerah (pemda) Bali, melalui Dinas Kebudayaan Propinsi Bali mengajukan dan mengusulkan empat kawasan destinasi wisata kepada UNESCO untuk dijadikan Warisan Budaya Dunia (WBD). Empat kawasan tersebut adalah Pura Ulundanu Batur di Bangli, DAS Pakerisan di Gianyar, Pura Taman Ayun di Badung dan Kawasan Catur Angga Batukaru di Tabanan. Usulan yang disampaikan Oktober 2011 yang lalu ini mendapatkan tanggapan positif setelah Dirjen UNESCO Irina Bokova didampingi tim ahli yang dipimpin Augusto Villanon mengunjungi keempat kawasan tersebut. Satu hal utama yang menjadi keunggulan 4 kawasan tersebut adalah monumen hidup, artinya peninggalan tersebut masih diurus dengan baik oleh komunitasnya apakah itu desa adat (desa pakraman) maupun organisasi pengairan (subak). 


Penetapan keempatnya sebagai WBD akan diputuskan tahun depan, Mei 2012 di Paris, Perancis. Dan, jika Bali berhasil memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan, maka keempat kawasan itu dapat ditetapkan dengan sebutan "Bali Cultural Landscape Subak System". Disebut demikian karena keempat kawasan tersebut akan terintegrasi. Dari tinjauan aspek filosofi juga merupakan satu kesatuan terutama dalam proses pengelolaan subak untuk pengairan. Bila status WBD berhasil dipegang, maka Bali akan mendapat tenaga ahli dan aksesibilitas negara ataupun pihak yang peduli kearifan budaya Bali. Secara otomatis destinasi wisata Bali akan semakin mendunia secara formal tentunya. Karena UNESCO adalah salah satu badan PBB. 


Untuk mendukung semua langkah menuju WBD, merupakan kewajiban kita bersama dalam memenuhi semua persyaratannya. Pemda propinsi maupun kota/ kabupaten membuat regulasi strategis, zona proteksi maupun rencana detail pembangunan kawasan. Sementara masyarakat menjaga kebersihan dan keindahan asli daya tarik keempat destinasi wisata tersebut. Sehingga semuanya terpadu dan tidak berjalan terpisah. Mari kita doakan bersama agar Pura Ulundanu Batur, DAS Pakerisan, Pura Taman Ayun dan Kawasan Catur Angga Batukaru akan dapat meraih status WBD. Semoga saja...

Selasa, 27 September 2011

Air Terjun Blahmantung, Tabanan


Main. Sayang rasanya bila berwisata ke Bali tapi tak mengunjungi Air Terjun Blahmantung/  Pupuan yang terletak di Pujungan, Tabanan (koordint GPS 8° 18' 27.97" S  115° 0' 37.66" E). Jarakair terjun yang sangat indah ini hanya 70km melewati jalan raya Denpasar-Singaraja yang cukup baik. Cukup arahkan kendaraan anda menuju Tabanan/ Gilimanuk dan dalam waktu sekitar 2 jam anda sudah tiba di air terjun indah setinggi 50 meter ini. Air Terjun ini letaknya tersembunyi di antara tebing-tebing tinggi di tengah perkebunan kopi yang jauh dari perkampungan penduduk.  Suasana sekitarnya masih benar-benar asri dan alami. Tidak ada bangunan apapun selain pura dan gazebo yang kondisinya sudah memprihatinkan. Sehingga kita dapat menikmati kesegaran air terjun sambil mendengar percikannya yang merdu di telinga.

Sebenarnya ada tiga buah air terjun di kawasan ini. Pertama, terletak di dekat sebuah pura, dengan ketinggian sekitar 50 meter. Kedua, yang lebih kecil, letaknya di bawah air terjun pertama dan terpisah jarak sekitar 200 meter. Untuk menuju air terjun kedua harus menyusuri sungai ke arah bawah karena belum ada akses jalan.  Yang ketiga, akses jalannya agak berbeda dengan kedua air terjun di atas dan terletak di seberang Bendungan Irigasi Sabah Hulu. Sayangnya, air terjun ini tertutup pepohonan dan semak-semak yang rimbun, sehingga tidak terlihat jelas. Bila terlihat semua, air terjun ini tidak kalah indahnya dengan air terjun pertama.

Air terjun ini cukup potensial sebagai destinasi dan daya tarik wisata alam Bali. Tidak hanya bagi wisatawan asing tapi juga bagi turis lokal. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dengan merevitalisasinya bekerja sama dengan masyarakat setempat dan pihak swasta. Sehingga tujuan wisata tidak melulu berpusat di Denpasar tapi menyebar ke seluruh penjuru Bali. Semoga saja pemerintah dapat segera membuka mata dan telinganya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...