Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label keliru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keliru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

Prediksi-prediksi Kiamat yang Ternyata Keliru

Sebenarnya sebagai umat beragama kita sama sekali tidak boleh percaya ramalan. Sebab, ramalan itu asalnya bukan dari Tuhan melainkan dari Iblis. Mereka mencoba naik ke langit untuk mencuri dengar perbincangan antara Tuhan dengan para malaikat sebelum akhirnya diusir dengan panah-panah api. Sehingga ramalan itu memang sesekali benar tapi hampir sebagian besarnya salah. Seperti yang marak belakangan ini adalah ramalan tentang datangnya kiamat pada 21 Desember 2012. Sebagian orang berkata bahwa hal ini didasarkan pada kalender suku Maya dan prediksi badai Matahari. Padahal, orang-orang suku Maya sendiri sudah membantahnya. 


Percayakah anda? Bila anda percaya, maka di sini akan saya tampilkan 10 prediksi kiamat terkenal yang ternyata keliru dan gagal yang dikutip dari Livescience. Jadi, anda bisa mempertimbangkan lagi kepercayaan anda tersebut. Pesan saya yang terpenting, bekerja giat seakan-akan hidup selama-lamanya dan beribadah rajin seakan-akan mati esok. Selamat menyimak... 


Ayam Betina dari Leeds, 1806 
Sudah banyak orang yang mendeklarasikan hari kembalinya Yesus Kristus telah dekat. Namun, tidak ada yang keunikkannya menyerupai ayam betina dari Leeds ini. Pada 1806, ayam betina tersebut, menghasilkan telur bertuliskan 'Yesus Kristus akan datang'. Kabar tersebut menyebarluas hingga kebohongan tersebut terungkap. Telur tersebut adalah rekayasa seseorang yang mengganti telur ayam betina itu. 
The Millerites, 23 April 1843 
William Miller, Seorang petani New England menyimpulkan waktu kiamat yang dipilih Tuhan dapat diketahui melalui intepretasi terhadap kata-kata dalam Bibel. Dia menjelaskannya pada siapapun yang mau mendengar, bahwa kiamat akan datang di antara 21 Maret 1843 dan 21 maret 1844. Dia berkhotbah hingga memiliki ribuan pengikut, yang kemudian memutuskan hari kiamat terjadi pada 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan barang-barang milikinya, meskipun pada waktu yang diramalkan, Yesus tidak datang dan kelompok mereka akhirnya dibubarkan. 


Kiamat versi Mormon, 1891 
Joseph Smith, pendiri gereja Mormon mengadakan rapat pemimpin gerejanya pada Februari 1835, untuk mengatakan pada mereka bahwa dirinya telah bicara dengan Tuhan yang menurutnya berfirman bahwa 56 tahun yang akan datang, Yesus akan kembali ke Bumi, dan kiamat akan segera dimulai. Kedustaan itu tidak terbukti. 
Komet Halley, 1910 
Tahun 1881, seorang astronom menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan, bernama cyanogen. Penemuan ini tidak menarik, hingga seseorang menyadari bahwa Bumi akan melintasi ekor komet Halley pada 1910. Halaman beberapa surat kabar saat itu, termasuk The New York Times memuat spekulasi yang mempertanyakan tentang dampak gas beracun massal dari komet sehingga menimbulkan kecemasan luar biasa di Amerika Serikat dan negara lain. Kecemasan itu mereda setelah seorang ilmuwan menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait komet tersebut. 


Pat Robertson, 1982 
Pada Mei 1980, pengkhotbah yang biasa tampil di televisi sekaligus pendiri Christian Coalition Pat Robertson mengumumkan bahwa dia mengetahui kapan terjadinya kiamat. Pada seluruh penonton acaranya, dia mengatakan, "Saya jamin, pada akhir 1982 akan terjadi penghakiman pada dunia." Kenyataanya? Anda jawab sendiri! 
Gerbang Langit, 1997 
Saat komet Hale-Bopp nampak pada 1997, muncul desas-desus yang mengatakan pesawat alien mengikuti komet tersebut. Meskipun kabar tersebut dibantah oleh para astronom, radio paranormal Art Bell mempublikasikannya melalui talk show bernama "Coast to Coast AM." Klaim ini menginspirasi sekte Heaven's Gate (Gerbang Langit) menyimpulkan bahwa dunia akan segera berakhir. 39 orang anggota sekte tersebut, akhirnya bunuh diri pada 26 Maret 1997. 


Nostradamus, Agustus 1999 
Tulisan-tulisan yang dibuat kabur dan metaforis oleh Michael de Nostradame, telah menarik minat orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya telah diintepretasikan dengan sangat fleksibel dan diterjemahkan dalam berlusin-lusin versi berbeda. Satu kwatrinnya yang paling terkenal mengatakan, "The year 1999, seventh month / From the sky will come great king of terror." Tapi ternyata tak terjadi apa-apa, atau mungkin salah interpretasi. 
Y2K, 1 Januari 2000 
Menjelang berakhirnya tahun 1999, banyak orang mulai khawatir bahwa komputer dapat menyebabkan kiamat. Masalah tersebut pertama kali disadari pada 1970, yaitu banyak komputer takkan mampu membedakan tahun 2000 dengan 1900. Tak banyak yang meyakini dampak tersebut, tapi banyak sugesti tentang masalah kehancuran, mulai dari padamnya listrik secara massal sampai bencana nuklir. Dan, ternyata tak terjadi hal signifikan apapun. 


Es Menyelimuti Bumi, 5 Mei 2000 
Richard Noone, yang pada tahun 1997 menulis buku '5/5/2000 Ice : The Ultimate Disaster', meramalkan bahwa es di Antartika akan setebal tiga mil, pada 5 Mei 2000. Tanggal ini menandakan pergeseran menuju surga, sehingga membuat Bumi diselimuti oleh es. Sampai saat ini bumi tetap hangat. 
Musim Gugur 2008 
Menurut Ronald Weinland, menteri dari God's Church, hari kiamat telah dekat. Pada tahun 2006 dia menulis buku '2008 : God's Final Witness', menyatakan bahwa ratusan juta orang akan mati pada akhir 2006. Hanya ada jangka waktu maksimal 2 tahun sebelum dunia jatuh pada saat-saat terburuknya. Sedangkan pada musim gugur 2008, Amerika Serikat tidak lagi menjadi negara adidaya.

Kamis, 24 November 2011

(Dengan Mitos Keliru) AIDS Tak Dapat Dicegah

Kisah ini saya alami sekitar sepuluh tahun lalu, saat masih kuliah di program ekstensi (PE) Komunikas Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). Kala itu saya bersama beberapa teman mendapat kesempatan untuk menjadi Koordinator Lapangan (Field Coordinator) untuk proyek Behaviour Surveillance Survey (BSS) – survei pengamatan perilaku terhadap kelompok yang rentan tertular HIV/ AIDS dari Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) UI. Dalam hal ini kelompok pekerja seks komersial (PSK) yang sekarang mengalami pergantian nama menjadi wanita pekerja seks (WPS). 2 lokalisasi yang kebetulan menjadi jatah saya adalah Rawa Malang dan Kali Jodo. 


Ada perbedaan signifikan antara kedua lokalisasi tersebut. Rawa Malang terletak di lokasi terpencil yang jauh dari pemukiman penduduk di pinggir area persawahan, terdiri dari bar-bar kecil yang menyatu dengan kamar-kamar kos. PSK/ WPS penghuninya sudah lebih berumur dan pengalaman sehingga pengetahuannya tentang infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/ AIDS cukup mumpuni. Sekilas dari wawancara kualitatif dapat disimpulkan mereka telah mempraktekkan upaya-upaya pencegahan yang tepat terkait IMS dan HIV/ AIDS. Pelanggan yang datang pun memiliki kesadaran yang tinggi untuk menggunakan kondom. 


Tapi berbeda dengan lokalisasi Kalijodo yang terlihat kumuh di sepanjang pinggir kali Angke dan Banjir Kanal Timur. Di sini bisa di bilang lokasi maksiat terpadu, karena juga tersedia berbagai sarana judi ilegal. Parahnya, lokasi ini justru membaur dengan pemukiman. PSK/ WPS di sini umurnya sangat muda, bisa dibilang belia, bahkan ada yang tidak/ belum lulus SMP. Dan, yang memprihatinkan mereka sebelumnya tidak tahu kalau harus bekerja sebagai PSK/ WPS. Sehingga, mereka tidak dibekali pengetahuan yang cukup tentang IMS dan HIV/ AIDS. Mereka justru bergantung pada mitos-mitos yang selama ini beredar dan justru tidak benar. Miris! 


Remaja-remaja tanggung ini tidak bisa membedakan antara HIV/ AIDS dengan IMS. “Sama saja, pak. Yang penting kita harus pilih-pilih orangnya. Cari yang ganteng, rapi, wangi. Otomatis bebas penyakit dan pastinya banyak duit” kata salah satu dari mereka yang disambut derai tawa. “Yang penting rutin minum antibiotik pak tiap hari” ada lagi yang bicara. Kemudian ditimpali “Atau minum jamu!”. Padahal, kita tidak dapat menilai seseorang itu HIV/ AIDS dari penampilannya. Karena ODHA bisa saja terlihat sehat dalam jangka waktu lama. Ketampanan, Kerapihan dan Aroma Tubuh tidak bisa dijadikan acuan kesehatan seseorang. Memang penyakit kelamin bisa terlihat, tapi berbeda dengan HIV/ AIDS. HIV/ AIDS itu tidak bisa dicegah dengan minum jamu, antibiotik atau alkohol baik sebelum dan sesudah berhubungan seks. 


Saat pertanyaan terakhir saya ajukan, jawabannya pun masih mengecewakan. Apakah kalian menggunakan kondom saat berhubungan dengan pelanggan? “Tamu nggak mau pakai kondom, pak” celetuk seseorang. “Katanya kalau pakai kondom nggak enak!” tambah yang lain. “Kalau tamu diminta pakai kondom nanti kabur ke cewek lain“ ada lagi yang bicara. “Yang penting kan perabotnya dicuci bersih pak kalau sudah selesai. Pakai sabun atau air sirih”. Astaga! Akhirnya aku jelaskan bahwa kondom itu sangat penting sebagai upaya pencegahan penularan HIV/ AIDS. Karena HIV/ AIDS dapat menular melalui cairan organ intim baik pria maupun wanita saat berhubungan seks normal, anal ataupun oral. Menyikat gigi, berkumur dengan antiseptik dan mencuci organ intim dengan sabun atau sirih tidak menjadikan virus HIV/ AIDS mati atau pergi setelah kita tertular. 


Setelah penjelasan singkat saya itu, beberapa remaja PSK/ WPS itu mulai mengerti dan memahami kekeliruannya selama ini. Saya tegaskan pada mereka, kalau masih percaya dengan mitos-mitos keliru itu, maka HIV/ AIDS tak bisa dicegah! Tapi sikap bijak untuk meminta dan mengajak pelanggan menggunakan kondom lah kita dapat menekan penyebaran virus HIV/ AIDS. Mereka mengangguk, entah pertanda mengerti atau masih dalam kebingungan. Mengingat mereka masih remaja dan pasti sedang gundah sekarang setelah mengetahui fakta sebenarnya. Dan, akhirnya saat pulang tiba dan saya mengucapkan salam perpisahan “Kenakan Kondom atau Kena!”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...