Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Warna-Warni Akhir Tahun di 5 Kota

Main. Tahun baru 2012 akan segera datang, kita tinggal menghitung hari-hari yang tersisa hanya dengan sebelah tangan saja. Bagi sebagian orang yang terbiasa merayakannya, segala sesuatu tentu telah dipersiapkan. Termasuk, di kota mana malam tahun baru akan dihabiskan, di dalam atau di luar negeri. Berikut Anam sebutkan beberapa kota yang menjadi favorit turis lokal menghabiskan hari terakhirnya di akhir tahun. 
Jakarta 
Tidak semua warga DKI Jakarta dapat menghabiskan akhir tahun di luar kota atau di luar negeri. Mereka yang entah karena kesibukan atau keterbatasan biaya akan tetap antusias merayakannya di Jakarta. Sebut saja kawasan wisata, seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Binatang Ragunan hingga Monas. Mal, Plaza dan ITC pun akan ramai dengan berbagai program cuci gudangnya. Belum lagi, tiap stasiun televisi memberikan hiburan langsung yang menghadirkan banyak artis papan atas. Bingung? 
Bandung 
Untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan pengunjung, Bandung dari jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti pembatasan. Karena, di malam tahun baru nanti, kota kembang ini takkan sepi menyedot animo turis lokal. Apalagi daya tariknya masih belum berubah, aneka wisata kuliner yang variatif dan dominasi berbagai diskon dan promo dari puluhan factory outlet (FO). Selain di seputar Gedung Sate dan Alun-Alun Bandung, pusat keriaan diduga ada di Braga, Dago Atas dan Gasibu. Bumi Sangkuriang yang sejuk pun akan menghangat di akhir tahun nanti. 
Yogyakarta 
Mendengar kata Yogyakarta tentu saja yang terbayang adalah Gudeg, Malioboro dan Keraton, selain keramahan khas penduduknya. Unsur inilah yang sepertinya selalu menjadi faktor pendorong untuk selalu ingin kembali kesana, terlebih saat akan merayakan tahun baru. Kapan lagi menghabiskan akhir tahun dengan suasana Jawa yang penuh keakraban sambil menikmati aneka kuliner hangat dan manis serta berbelanja aneka oleh-oleh dengan harga murah? Jogja tempatnya! 
Lombok 
Jenuh dengan Bali? Cobalah pergi ke Lombok! Di sini pemandangan alamnya tak kalah dengan Bali, bahkan lebih indah, sepi dan jauh lebih bersih. Tengok saja Pantai Sengigi yang masih cukup asri. Berbagai akomodasi tersedia dengan harga cukup variatif di Senggigi, tinggal disesuaikan dengan budget yang anda miliki. Selain itu Anda juga bisa menikmati keindahan laut dengan menyelam di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. 
Bali 
Sebagai kawasan wisata yang tidak pernah sepi dikunjungi turis domestik maupun asing, Bali, memang masih pilihan utama bagi sebagian orang untuk merayakan malam pergantian tahun baru. Eksotisnya Legian dan Sanur memang sangat pas bagi Anda yang ingin merayakan tahun baru di tepi pantai bersama keluarga atau dengan pasangan.

Minggu, 23 Oktober 2011

Ternate, Pesona kota Sejuta Benteng

Main. Kota Ternate merupakan kota kepulauan dengan 8 pualu yang memiliki luas wilayah 547,736 km². Pulau Ternate, Pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Mayau, dan Pulau Tifure merupakan lima pulau yang berpenduduk, sedangkan tiga pulau lain seperti Pulau Maka, Pulau Mano dan Pulau Gurida berukuran kecil dan tidak berpenghuni. Sebagian besar daerah Ternate bergunung dan berbukit, terdiri atas pulau vulkanis dan pulau karang dan ditandai dengan keberagaman ketinggian dari permukaan laut antara 0-700 m dpl.


Kontur tanah berbukit inilah yang menyebabkan para penjajah membangun banyak benteng untuk mempertahankan pulau penghasil rempah-rempah bagi mereka. Nah, jejak kolonial dan hebatnya daya tarik Ternate bagi para penjajah Eropa dapat dilihat dari banyaknya benteng di kota ini. Berikut di antaranya yang layak dijadikan destinasi wisata:


Benteng Oranye 
Dibangun pada 1607 oleh Cornelis Matclief de Jonge dari Belanda. 
Benteng Kalamata (Santa Lucia) 
Benteng berjuluk Kayu Merah ini semula dibangun oleh Piyageta atau Portugis pada 1540. Kemudian dipugar oleh Pieter Both dari Belanda pada 1609. 
Benteng Tolukko (Santo Lucas) 
Dibangun Fransisco Serao, seorang berkebangsaan Portugis, pada 1540 yang kemudian direnovasi Pieter Both dari Belanda pada 1610. 
Benteng Kotanaka 
Dibangun Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-18. Letaknya di samping kanan sebelah utara Kedaton Sultan Tenate, di atas sebuah bukit. 
Benteng Gamlamo (Santo Paolo, Nostra Senora de Rosaria) 
Dibangun pada 3 Juni 1522 sebagai benteng pertama yang dibangun Portugis sejak kedatangan mereka di Ternate pada 1515. Di benteng inilah Sultan Khairun dijebak dan kemudian dibunuh oleh Portugis pada 1570. 


Selain itu juga ada benteng-benteng Lainnya yang tak kalah menarik, seperti: Benteng Kastela dan Banteng Santo Predo di kota Ternate, Benteng Tahuela dan Benteng Tjobee di Kota Tidore Kepulauan, Benteng Peninggalan PD II dan Benteng Portugis di Kabupaten Halmaera Timur, Benteng Bernaveld dan Benteng Mauritz di Kabupaten Halmahera Selatan, Benteng Dervarwaching di Kabupaten Kepulauan Sula dan Meriam Antik dan Bunker di Pulau Kao.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...