Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Warna-Warni Akhir Tahun di 5 Kota

Main. Tahun baru 2012 akan segera datang, kita tinggal menghitung hari-hari yang tersisa hanya dengan sebelah tangan saja. Bagi sebagian orang yang terbiasa merayakannya, segala sesuatu tentu telah dipersiapkan. Termasuk, di kota mana malam tahun baru akan dihabiskan, di dalam atau di luar negeri. Berikut Anam sebutkan beberapa kota yang menjadi favorit turis lokal menghabiskan hari terakhirnya di akhir tahun. 
Jakarta 
Tidak semua warga DKI Jakarta dapat menghabiskan akhir tahun di luar kota atau di luar negeri. Mereka yang entah karena kesibukan atau keterbatasan biaya akan tetap antusias merayakannya di Jakarta. Sebut saja kawasan wisata, seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Binatang Ragunan hingga Monas. Mal, Plaza dan ITC pun akan ramai dengan berbagai program cuci gudangnya. Belum lagi, tiap stasiun televisi memberikan hiburan langsung yang menghadirkan banyak artis papan atas. Bingung? 
Bandung 
Untuk mengurangi kemacetan dan kepadatan pengunjung, Bandung dari jauh-jauh hari sudah mewanti-wanti pembatasan. Karena, di malam tahun baru nanti, kota kembang ini takkan sepi menyedot animo turis lokal. Apalagi daya tariknya masih belum berubah, aneka wisata kuliner yang variatif dan dominasi berbagai diskon dan promo dari puluhan factory outlet (FO). Selain di seputar Gedung Sate dan Alun-Alun Bandung, pusat keriaan diduga ada di Braga, Dago Atas dan Gasibu. Bumi Sangkuriang yang sejuk pun akan menghangat di akhir tahun nanti. 
Yogyakarta 
Mendengar kata Yogyakarta tentu saja yang terbayang adalah Gudeg, Malioboro dan Keraton, selain keramahan khas penduduknya. Unsur inilah yang sepertinya selalu menjadi faktor pendorong untuk selalu ingin kembali kesana, terlebih saat akan merayakan tahun baru. Kapan lagi menghabiskan akhir tahun dengan suasana Jawa yang penuh keakraban sambil menikmati aneka kuliner hangat dan manis serta berbelanja aneka oleh-oleh dengan harga murah? Jogja tempatnya! 
Lombok 
Jenuh dengan Bali? Cobalah pergi ke Lombok! Di sini pemandangan alamnya tak kalah dengan Bali, bahkan lebih indah, sepi dan jauh lebih bersih. Tengok saja Pantai Sengigi yang masih cukup asri. Berbagai akomodasi tersedia dengan harga cukup variatif di Senggigi, tinggal disesuaikan dengan budget yang anda miliki. Selain itu Anda juga bisa menikmati keindahan laut dengan menyelam di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. 
Bali 
Sebagai kawasan wisata yang tidak pernah sepi dikunjungi turis domestik maupun asing, Bali, memang masih pilihan utama bagi sebagian orang untuk merayakan malam pergantian tahun baru. Eksotisnya Legian dan Sanur memang sangat pas bagi Anda yang ingin merayakan tahun baru di tepi pantai bersama keluarga atau dengan pasangan.

Senin, 19 Desember 2011

9 Green Hotel di Indonesia

Main. Setelah menyeleksi 290 hotel bintang 4 dan 5 di seluruh Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menganugerahkan "Green Hotel Award 2011" kepada 24 hotel. Semua hotel tersebut dinilai layak karena memenuhi batas nilai rata-rata yang telah ditetapkan, yaitu 60. Pemberian penghargaan ini aka ndigunakan sebagai acuan dalam menetapkan 10 hotel terpilih sebagai utusan Indonesia untuk mendapatkan award serupa di tingkat ASEAN yang akan diselenggarakan bersamaan dengan ASEAN Tourism Forum (ATF) pada Januari 2012 di Menado, Sulawesi Utara. 


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meminta momentum ini digunakan sebaik mungkin oleh hotel-hotel di Indonesia untuk tidak ragu lagi menjadikan aspek pariwisata berkelanjutan sebagai nilai tambah dan daya tarik tersendiri. Selain tentu saja harus selalu menjaga mutu dan kualitas pelayanan. Karena, pariwisata berkelanjutan bisa menjadi pembeda yang meninggikan kualitas layanan sebuah hotel dibandingkan hotel lainnya. Pemberian penghargaan ini juga merupakan insentif kepada hotel-hotel yang telah membuktikan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dalam berbagai aspek. 9 diantara Green Hotel di Indonesia tersebut adalah: 
1. Matahari Beach, Bali; 
2. Kartika Plaza, Bali; 
3. Holiday Inn Resort, Batam; 
4. Angsana Bintan, Batam; 
5. Melia Benoa, Bali; 
6. Losari Spa Retreat; 
7. The Saint Regis Resort, Bali; 
8. Dharmawangsa, Jakarta; dan 
9. Gran Melia, Jakarta.

Kamis, 08 Desember 2011

Yang Terbaik dari Dunia Wisata Indonesia

Main. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Majalah SWA menghelat Indonesian Tourism Award (ITA) 2011 untuk mengapresiasi dunia pariwisata Indonesia. Majalah SWA bertindak sebagai penyelenggara survei di 25 kota terpilih dari daftar kota dengan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) bidang pariwisata terbesar. Survei dilakukan terhadap 1.500 wisatawan, 90% adalah turis lokal dan sisanya adalah turis mancanegara. Aspek yang dinilai antara lain, kebersihan, informasi wisata, kewajaran biaya, promosi, keragaman obyek, keamanan, keunikan obyek dan keramah tamahan. Hasilnya adalah sebagai berikut: 


1. Tiga obyek wisata terfavorit terpilih adalah Pantai Waisai di Raja Ampat, Tanah Lot di Tabanan dan Jatim Park di Malang; 
2. Kota tujuan favorit adalah Raja Ampat, Denpasar dan Bandung; 
3. Kota dengan pelayanan terbaik diraih Malang dan disusul Denpasar; 
4. Propinsi dengan pengembangan pariwisata terbaik diraih oleh Bali dan diikuti oleh DKI Jakarta dan Yogyakarta; 
5. Penghargaan khusus pariwisata diberikan kepada kota Sawah Lunto dan Bangka Belitung; 
6. Hotel-hotel terbaik jatuh pada Mulia-Senayan (bintang 5), Santika Premiere Jakarta (bintang 4) dan The Aroma’s Kuta (bintang 3); 
7. Restoran terbaik diberikan kepada Bandar Jakarta; 
8. Mal terfavorit dianugerahkan kepada Plaza Senayan (DKI Jakarta) dan Parijs van Java (luar DKI Jakarta); 
9. Maskapai Penerbangan layanan penuh terfavorit diterima Garuda Indonesia dan penerbangan layanan ekonomi terfavorit diterima Sriwijaya Air; 
10. Biro Perjalanan Wisata terfavorit jatuh ke tangan Panorama Tours; 
11. Armada Taksi terfavorit menjadi milik Putra; 
12. Spa terfavorit diraih oleh Javana Spa; 
13. Lapangan Golf terfavorit dianugerahkan kepada Royale Jakarta. 


Kategori yang disurvei meliputi kabupaten/ kota terbaik dalam layanan wisata, kota tujuan wisata terfavorit dan obyek wisata favorit. Adapula penghargaan yang dipilih berdasarkan kompetisi program, yaitu pemerintah propinsi yang paling berkomitmen terhadap pengembangan dunia pariwisata. Industri penunjang yang terbagi dalam berbagai sub sektor juga diberi penghargaan berdasarkan penjurian. Jadi, sekarang anda bisa memilih mana-mana saja hal-hal favorit terkait pariwisata yang akan anda nikmati. Selamat berlibur ya!

Senin, 28 November 2011

7 Tugu/ Menara Terkenal di Indonesia

Main. Tugu atau menara adalah sebuah obyek bangunan penghias sebuah kota dan biasanya menjadi simbol dari kota tersebut. Dari berbagai penjuru dunia kita mengenal menara Pisa, menara Eiffel, menara Petronas hingga al-Burj. Tapi tahukah anda tentang tugu-tugu atau menara-menara di Indonesia? Disini Anam akan menyajikan 7 tugu dan menara paling terkenal saat ini beserta sekelumit sejarahnya dari berbagai kota di Indonesia. Selamat menyimak. 


Tugu Monas 
Monas atau Monumen Nasional adalah tugu yang menjadi ikon ibukota DKI Jakarta. Menara setinggi 132 meter yang terletak di lapangan IKADA ini diresmikan 17 Agustus 1961. Bentuk kombinasi tugu dan cawannya diduga simbol lingga yoni yang melambangkan kesuburan. Di puncaknya ada bentuk nyala api terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton yang dilapisi emas 35kg sumbangan saudagar Aceh. Anda sudah pernah ke Monas? Dari lantai tertingginya anda dapat melihat panorama DKI Jakarta secara jelas dan menyeluruh. 
Menara TVRI 
TVRI adalah singkatan dari Televisi Republik Indonesia, televisi pertama milik negara kita. Menaranya dibangun sekitar tahun 1962 tak lama sesudah peresmian Monas tapi sebelum Asian Games. Menara yang terletak di daerah Senayan ini sempat beberapa kali menampilkan aksi panjat dinding atau terjun bebas yang sangat memukau. Kini, fungsinya terbatas sebagai stasiun pemancar saja. 
Sky Tower Pulau Kumala 
Terletak di sebuah pulau buatan mungil di tengah sungai Mahakam bernama Pulau Kumala, Tenggarong, Kutai Kertanegara. Dari menara setinggi 100 meter ini para pengunjung dapat melihat kota Tenggarong 360 derajat dari piringan berputar yang bergerak naik turun. Atraksi ini mirip Tiger Tower di Singapura. Perjalanan ke Tenggarong hanya 4 jam dari Balikpapan atau 1 jam dari Samarinda. 
Monumen Mandala 
Monumen yang terletak di jalan raya Jenderal soedirman, Makassar, Sulawesi Selatan ini dibangun pada tahun 1994 sebagai peringatan operasi Mandala Jaya pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Monumen setinggi 75 meter ini terbagi 4 lantai yang masing-masing berisi diorama kisah-kisah heroik tersebut. 
Tugu Pahlawan 
Tugu yang dibangun untuk memperingati pertempuran 10 Nopember 1945 ini sudah menjadi ikon tak terpisahkan dari kota Surabaya. Monumen setinggi 45 meter dan diresmikan pada 10 Nopember 1952 ini terletak di bekas reruntuhan pusat gerakan pemuda, PTKR (Polisi Tentara Keamanan Rakyat). Tugu Pahlawan ini mempunyai 10 lengkungan pada badannya yang melambangkan tanggal 10. Sedang 11 bagian di atasnya mengandung pengertian bulan ke 11 (November). 
Menara Jam Gadang 
Jam Gadang atau Jam Besar adalah landmark kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang dibangun Belanda pada tahun 1926. Bangunan setinggi 26 meter ini sudah mengalami beberapa perubahan arsitektur puncaknya, mulai berbentuk bulat dengan patung ayam jantan di atasnya, berbentuk kelenteng hingga menjadi ornamen rumah adat Minangkabau. Di lantai tertinggi terdapat mesin jama manual yang dibuat khusus Recklinghausen, pakar jam asal Jerman yang juga membuat mesin serupa untuk Big Ben, London. 
Tugu Khatulistiwa 
Bangunan setinggi sekitar 16 meter ini adalah ikon kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument yang dibuat tahun 1928 ini terletak di jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Pada tahun 1990 dibuat kubah dan bangunan baru di luar untuk melindungi tugu asli di dalamnya. Tugu ini dibangun tepat di atas garis Khatulistiwa yang membelah bumi menjadi 2 bagian, utara dan selatan. Pada saat titik kulminasi matahari yang terjadi 2 kali dalam setahun (21-23 Maret dan 21-23 September) bayangan tugu dan benda apapun di sekitarnya akan menghilang dalam beberapa detik.

Sabtu, 26 November 2011

2030, Jakarta Tenggelam

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) memprediksi DKI Jakarta akan tenggelam pada 2030 nanti, atau sekitar 19 tahun dari sekarang. Ini sangat mungkin menjadi nyata bila amblasnya hampir 50% wilayah ibukota tidak diantisipasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ITB, laju penurunan tanah di Jakarta meningkat drastis dari 0,8cm per tahun kurun waktu 1982-1992 menjadi 18-26cm per tahun pada 2008, terutama di Jakarta Utara. Sayangnya, dii sinilah saya bersama keluarga tinggal. Tepatnya di Rawa Badak Selatan, Koja.


Kondisi alam ibukota telah mencapai titik kronis, lantaran minimnya daerah resapan. Menurut WALHI, tiap tahun Jakarta defisit air tanah sebanyak 66,6 juta meter kubik. Ini diperparah dengan turunnya sebanyak 2 milyah meter kubik air hujan per tahun. Dan, yang terserap hanya 36% saja, sisanya terbuang ke selokan dan sungai. Inilah yang menyebabkan banjir tak pernah teratasi. Pernah timbul tren lubang biopori, tapi kelatahan itu tak berlangsung laman.


Beberapa wilayah yang menurut WALHI terancam ambrol adalah jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Pademangan, Ancol, Kampung Bandan, Lodan dan Pasar Ikan Penjaringan di Jakarta Utara. Kemudian Pangeran Jayakarta, Sawah Besar dan Sudirman-Thamrin di Jakarta Pusat. Lalu Kawasan Industrial Pulogadung dan Jalan Raya Bogor di Jakarta Timur. Dan, Jalan Daan Mogot, Cengkareng dan Kamal Muara di Jakarta Barat. Sedangkan untuk Jakarta Selatan masih aman.


Hendaknya kita generasi muda ikut berpartisipasi melakukan apa yang kita bisa, seperti membuang sampah pada tempatnya, menampung air hujan untuk dipergunakan kembali dan memaksimalkan sisa tanah di depan atau belakang rumah kita untuk menanam pepohonan. Bila kita tidak beraksi dari sekarang, maka tinggal tunggu saatnya tanah yang kita pijak amblas dan Jakarta pun tenggelam. Hiks...

Jumat, 14 Oktober 2011

Informasi tentang Festival Sunda Kelapa

Main. Dalam rangka memeriahkan Hari Pariwisata Dunia yang dirayakan setiap tanggal 27 September, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta akan menggelar Festival Sunda Kelapa pada Sabtu-Minggu, 15-16 Oktober 2011. Festival ini akan diselenggarakan dua tahap yaitu, pre-event berupa sarasehan digelar di Museum Bahari, Sabtu (15/10) besok dan gebyar festival digelar di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara pada Minggu (16/10) lusa. 


Konsep kegiatan Festival Sunda Kelapa 2011 yang diusung kali ini adalah Pesta Rakyat. Festival ini akan mengajak partisipasi seluruh lapisan masyarakat, komunitas-komunitas pencita sejarah, heritage, museum dan seniman, pelajar dan mahasiswa serta para tenaga kerja pelabuhan. 


Diharapkan festival ini dapat meningkatkan pemahaman pentingnya kepariwisataan yang berbasis keberagaman dan keunikan budaya lokal sebagai daya tarik wisata yang harus dilestarikan. Sebab, sektor kepariwisataan berperan penting untuk kesejahteraan masyarakat. Karena itu dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi sangat penting untuk menciptakan Jakarta sebagai destinasi pariwisata dan budaya yang aman dan nyaman bagi wisatawan. Selain itu, festival ini bisa memperkenalkan kawasan Sunda Kelapa sebagai situs sejarah titik awal kota Jakarta.

Sabtu, 10 September 2011

Yuk Mengenal Modo & Modi!


Main. Modo dan Modi? Siapa mereka? Kamu siapanya? Kenapa kita mengenalnya? Dan pasti masih banyak pertanyaan lagi yang muncul di kepala para pembaca dan ingin dilontarkan ke saya. Tenang dan simak saja tulisan ringan saya ini ya. Oke, siapa yang tidak tahu Komodo? Pasti semua sudah tahu reptil purba asli Indonesia yang disebut naga darat oleh para turis tersebut. Dikenal juga dengan nama latin Varanus Komodoensis dan hidup endemis di Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nah, si Modo dan Modi ini adalah pasangan komodo yang dijadikan maskot SEA Games XXVI di Jakarta-Palembang. Si Modo adalah komodo laki-laki berwarna hijau dengan pakaian adat warna biru sedangkan si Modi adalah komodo perempuan berwarna coklat dengan pakaian adat dan batik warna merah. Ciri-ciri komodo cukup kuat dalam karakter Modo dan Modi; mata menonjol, muka lebar, leher panjang dan rahang kuat. Peresmiannya dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 25 April 2011 yang lalu disertai peresmian kalimat “Indonesia Bisa!” sebagai slogan resmi. Ini adalah bagian dari kampanye Komodo dan Taman Nasional Komodo sebagai The Real Wonder of The World.

Tujuannya, selain mengkampanyekan Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia kepada 11 negara peserta SEA Games juga untuk menumbuhkan kebanggaan yang dalam kepada bangsa Indonesia karena memiliki keaneka ragaman hayati yang unik dan langka. Dengan rasa bangga itu, kita diharapkan mampu lebih mencintai tanah air kita dan mau berpartisipasi merawat, menjaga dan membelanya. Doa saya dan harusnya juga menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia, dengan Modo dan Modi ini, para atlet kita dapat sukses mendulang banyak medali emas dan merajai SEA Games XXVI yang berlangsung 11-25 Nopember 2011 nanti. Semoga!



Senin, 16 Mei 2011

5 Kampus Jakarta Terpopuler di Jagat Maya

Tulisan ini saya buat berdasarkan situs www.webometrics.info yang saya buka di internet. Iseng-iseng ini berbuah wawasan baru yang akan saya bagi dalam tulisan ini. Isinya adalah pemeringkatan kampus-kampus di seluruh dunia dengan metode tertentu dan diberi tajuk "Webometrics Ranking of World Universities". Inisiatif ini dilakukan oleh Laboratorium Cybermetrics, sebuah kelompok riset milik Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC), lembaga riset publik terbesar di Spanyol. Webometrics mengacu pada Berlin Principles of Higher Education Institutions.

Sebagaimana kita ketahui bersama, aktivitas kampus itu sangat beragam dan multi dimensi. Ini terlihat dari sangat dinamisnya website dari tiap universitas tersebut. Karenanya untuk mengukur popularitas sebuah kampus di jagat maya, Webometrics mengkombinasikan beberapa indikator sekaligus, yaitu: 50% dari Visibility, 20% dari Size dan masing-masing 15% dari Rich Files dan Scholar. Visibility diukur dari seberapa banyak jumlah tautan eksternal unik yang membawa kita ke website kampus tersebut yang diukur dengan Yahoo Site Explorer. Size dilihat dari jumlah webpage dari website kampus yang terindeks dari 4 search engine, yaitu Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Rich Files mengacu pada jumlah file dengan format dokumen yang relevan dengan dunia akademis yang berada dalam website kampus tersebut. Dan, Scholar adalah jumlah artikel, tulisan, analisa dan karya ilmiah yang terindeks di Google Scholar.

Hasilnya, kita dapat mengetahui peringkat-peringkat dari sekitar 149 kampus di Indonesia. Tapi saya tidak mau membahasnya semua mengingat keterbatasan waktu, tempat dan tenaga. Di sini saya akan berbagi tentang 5 kampus Jakarta terpopuler di dunia maya saja. Kampus-kampus tersebut adalah:
1. Universitas Indonesia
Kampus Rakyat bukan hanya menjadi peringkat 1 di Jakarta tapi juga di Indonesia. Namun, popularitasnya di dunia hanya menempati posisi 562. Kampus dengan logo Makara ini meraih 247 untuk Size, 827 untuk Visibility, 538 untuk Rich Files dan 460 untuk Scholar. Sebuah kebanggaan bagi saya karena pernah berjaket kuning di kampus perjuangan ini.

2. Universitas Gunadharma
Kampus ungu ini menempati posisi 2 di Jakarta dan 4 di Indonesia, tapi di posisi 845 untuk dunia. Gunadharma meraih 411 untuk Size, 971 untuk Visibility, 326 untuk Rich Files dan 1908 untuk Scholar.
3.Universitas Mercu Buana
UMB ada di posisi 3 paling populer di Jakarta, 20 di Indonesia dan 1760 di dunia. Nilai yang diraihnya adalah 1498 untuk Size, 2388 untuk Visibility, 1266 untuk Rich Files dan 2238 untuk Scholar.

4. Universitas Tarumanegara
Untar berada di peringkat 4 Jakarta, 29 di Indonesia dan 2553 di dunia. Nilai bagi Tarumanegara sebagai berikut: 3988 untuk Size, 7322 untuk Visibility, 1697 untuk Rich Files dan 1761 untuk Scholar.
5. Universitas Bina Nusantara
Binus bercokol di tangga kelima di Jakarta, 30 di Indonesia dan 2600 dunia. Raihan angkanya adalah: 2236 untuk Size, 2956 untuk Visibility, 1710 untuk Rich Files dan 5165 untuk Scholar.
Selamat kepada kampus-kampus Jakarta yang mampu menjadi lebih populer di dunia maya dibandingkan belasan bahkan puluhan kampus lain di ibukota.
 

Sabtu, 03 Oktober 2009

Kelezatan Sate Domba Afrika

Makan. Awal September 2009 lalu, saya Achmad Annama (Anam) dan calon istri saya Merry (Merry Samsuri) datang ke Arabian Night Food Festival di La Piazza, Kelapa Gading. Selain untuk berbuka puasa juga untuk menikmati berbagai penganan yang tidak biasa. Penataanya sangat menarik, bernuansa Timur Tengah dengan puluhan set meja-kursi di bagian tengah. Sementara kios-kios para pedagang mengelilingi di pinggir-pinggirnya. Setelah membeli kue-kue dan es untuk ta'jil, kami bergantian memilih makanan. Pacar saya memesan Ayam Taliwang, sedangkan saya menjatukan pilihan Sate Domba Afrika.

Sate Domba Afrika? Iya! Pasti rasa penasaran anda sama dengan saya saat pertama kali melihat nama dari kios yang saya kunjungi. Meskipun saya sering membaca ulasan tentang makanan ini sejak beberapa tahun terakhir tapi saya sendiri belum punya kesempatan untuk mencicipinya. Hingga saat ini tentunya. Kios ini dilayani oleh anak buah Pak Haji Ismail Coulubally, yang memiliki kedai di samping Museum Tekstil, Tanah Abang. Saya pesan 1 porsi yang orisinil, artinya saya tetap akan memakan Sate Domba Afrika ditemani seporsi Pisang Goreng. Beberapa menit menunggu, pesanan saya pun siap. Di tangan kiri ada pisang goreng yang masih hangat dan di sebelah kanan ada potongan-potongan daging domba bertabur bawang bombai dan secuil sambal dalam mangkok kecil. Harumnya sangat menggoda, tapi ini belum waktunya berbuka puasa. He7x...

Loh, koq sate tapi tidak ditusuk-tusuk? Ini beda! Namanya saja Sate Domba Afrika, ya penyajiannya seperti di gurun Sahara sana. Menurut penjualnya yang masih muda, daging ini tidak sepenuhnya dibakar di atas ba, tapi melewati beberapa proses unik. Pertama-tama, daging domba yang didatangkan dari Cipanas ini dipotong menjadi beberapa puluh bagian. Kemudian dibakar di atas bara sambil sekali-sekali disemprot air, yang berguna agar api tidak terlalu besar, sehingga matangnya merata. Setelah hampir matang, daging-daging tersebut dipindahkan ke dalam panci dan diungkep. Selain untuk mencampurnya dengan bumbu, proses ini dipercaya untuk menghilangkan kandungan lemak di dalam daging. Setelah itu dibakar lagi dan dipotong-potong hingga kecil. Proses terakhir inilah yang dapat dilihat oleh para pembeli yang mengantri mengular.

Saatnya berbuka pun tiba. Setelah menikmati beberapa ta'jil, tanpa menunggu lagi saya langsung menyantap hidangan tersebut. Dagingnya empuk dan gurih. Teksturnya sangat mudah dikunyah, lembut di mulut dan cukup enak rasanya. Apalagi dikombinasikan dengan bawang bombai dan sambal campur mayonais. Dan yang pasti saya memakannya tanpa takut kadar kolesterol naik, karena bebas lemak. Tidak ada setetespun minyak keluar dari potongan daging domba ini. Puas! Bila ada kesempatan, saya dan pacar pasti akan mengunjungi kedainya langsung di Tanah Abang. Semata untuk menikmati hidangan ini lagi langsung di tempatnya. Menurut teman-teman, kedai pak Haji ini hanya menjual 2 ekor domba saja, jadi hanya buka 5 jam saja sehari, mulai pukul 10.00-15.00 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...