Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label masjid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masjid. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Sekelumit tentang Masjid Harrow di London Utara

Main. Juni 2009 lalu Dewan Kota Harrow setelah disetujui pembangunannya, maka Harrow Central Mosque pun mulai dibangun di atas lahan seluas 5.745 meter persegi di Road Stadion termasuk menara setinggi 40 meter, tempat latihan, tempat ibadah, penitipan bayi, perpustakaan, kafe, ruang serbaguna, ruang IT, klinik kesehatan dan tempat aktivitas lainnya. Bila telah selesai, tahun depan Masjid Harrow siap menjadi tempat ibadah umat Islam dari seluruh penjuru London Utara. 


Masjid lama yang sebelumnya telah ada terletak bersebelahan dengan bangunan baru. Namun terlalu kecil untuk melayani seluruh komunitas muslim di Harrow, sehingga dewan kota menyetujui proyek masjid baru ini dengan tujuan menjadi salah satu pusat budaya Islam di Inggris. Selain itu juga arsitektur masjid 5 lantai ini menyesuaikan dengan gedung lain sehingga menjadi landmark unik dan indah perpaduan seni Islami dan gaya Eropa. Ide dan pembangunannya merupakan inisiatif komunitas muslim Sunni Srilanka di wealdstone. 


Sesuai sensus 2001, Harrow adalah rumah bagi 15.000 penganut Islam. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, suku, ras dan pekerjaan. Sebagian besar berasal dari Asia Selatan, seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Selain itu juga ada migran berasal dari Afrika Utara, Arab dan Asia Tenggara yang kini sudah menetap dan beraktivitas seperti warga lainnya. Selain Harrow Central Mosque, masjid di London lainnya adalah Hujjat Islamic Centre, Mehfil-Ali, di hall sekolah St Andrew's, serta Masjid Al-Noor.

Kamis, 17 November 2011

Essalam, Masjid Terbesar di Belanda

Main. Masjid Essalam yang terletak di pusat kota Rotterdam, adalah masjid terbesar di Belanda sekaligus salahs atu yang terbesar di seluruh Eropa Barat. Pembangunannya memekan waktu 11 tahun dan didanai sepenuhnya oleh Yayasan Al Maktoum milik penguasa Dubai dan deputi Menteri Keuangan Uni Emirat Arab, Sheikh Hamdan bin Rashid Al-Maktoum. Pembangunannya diawali pada tahun 1999 dengan diterbitkannya izin resmi pembangunan tempat ibadah untuk komunitas Muslim di Belanda. Sebelumnya, penolakan dan perlawanan dari berbagai pihak, terutama dari kelompok-kelompok anti Islam dan anti imigran di Belanda membuat masjid yang mampu menampung 2.600 jamaah ini urung dibuat. 


Namun, itu masa lalu. Kini bangunan yang berdiri di dekat stadion sepakbola milik klub Fejenoord Rotterdam tersebut sudah digunakan untuk segala keperluan ibadah. Bukan hanya melayani umat Islam di Rotterdam tapi juga dari seluruh penjuru Belanda. Bangunannya cukup megah dengan gaya arsitektur Mamluk-Afrika Utara. Bagian dindingnya dilapisi lempengan granit dan memiliki aksen halus berwarna biru abu-abu. Sedangkan menaranya sendiri terinspirasi dari bentuk menara gereja Amsterdam abad ke-17 rancangan Hendrick de Keyser. 


Jadi, bila anda sedang berwisata atau perjalanan bisnis ke Belanda, sempatkan untuk mampir ke kota Rotterdam dan mengunjungi Masjid Essalam. Sekedar mengagumi fusion architecture-nya yang merupakan perpaduan identitas Islam dan kearifan lokal. Atau, mungkin anda punya waktu lebih lama untuk berfoto dan shalat tahiyatul masjid sebagai ungkapan rasa syukur.

Jumat, 30 September 2011

Sejarah Singkat Bedug di Nusantara

Main. Hampir seluruh masjid di Indonesia memiliki bedug, biasanya dipergunakan sesaat sebelum adzan untuk mengingatkan waktu shalat dan mengajak umat Islam shalat berjamaah di Masjid. Ada yang berpendapat, bedug terkait erat dengan budaya Tiongkok yang dibawa masuk ke masjid-masjid nusantara oleh Laksamana Cheng Ho yang kebetulan juga muslim. Namun, bila ditilik dari sisi sejarah, nenek moyang kita sudah mengenal nekara dan moko, semacam genderang untuk ritual minta hujan yang terbuat dari perunggu atau logam lainnya.


Kata bedug sendiri sudah disinggung dalam kidung Malat, karya sastra berisi cerita-cerita panji yang ditulis pada zaman Majapahit di abad 14-16 masehi. Disana disebutkan 2 macam bedug, yaitu bedug besar yang diberi nama tegteg dan bedug biasa. Pada masa itu bedug berfungsi sebagai alat komunikasi, penanda waktu dan pemberi peringatan. Menurut Cornelis de Houtman dalam D'Eerste Boek, penggunaan bedug sudah meluas pada abad ke-16. Ini dia saksikan sendiri saat ekspedisi ke Banten.


Bedug dapat disebut sebagai perwujudan akulturasi budaya lokal dengan Tiongkok, India dan Timur Tengah. Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-11 tahun 1936 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengukuhkan penggunaan bedug dan kentongan sebagai bagian syiar Islam yang selama ini telah dirintis oleh para Wali Songo. Meskipun saat ini penggunaan bedug sudah mulai digerus gerakan modernisme Islam, namun di pelosok desa-desa muslim di seluruh nusantara sisa-sisanya masih banyak kita lihat. Sudah sepantasnya bedug sebagai warisan budaya kita lestarikan dan jaga bersama-sama.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...