Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Tips Memilih Makanan di bulan Ramadhan

Kecuali memasak sendiri, tak ada yang bisa menjamin makanan yang kita beli di warung, toko, emperan, restoran, kaki lima atau kedai itu sehat untuk dikonsumsi. Langkah terbaik adalah memilih sendiri bahan mentahnya dan mengolahnya sesuai keinginan kita. Sehingga kita tahu proses memasak sejak awal hingga akhir. Namun, bukan berarti kita harus anti jajan atau berbelanja makanan jadi. Ada beberapa tips memilih makanan aman yang saya sajikan di sini sebagai salah satu referensi untuk kita semua. Semoga puasa kita pun semakin sehat dan berkah. Silakan disimak:
1. Warna
Perhatikan warnanya, mencolok atau tidak? Bila cenderung mencolok, ada kemungkinan ditambah zat pewarna yang belum tentu aman.
2. Rasa
Cicipi rasanya. Lidah adalah bagian tubuh yang paling peka membedakan rasa, mana yang aman mana yang tidak. Bila rasanya terlalu tajam atau gurih, membuat lidah gatal artinya terlalu banyak penyedap rasa digunakan.
3. Aroma
Bau apek atau tengik menandakan makanan tersebut sudah rusak atau terkontaminasi mikroorganisme sehingga tak layak konsumsi.
4. Komposisi
Bila makanan memiliki kemasan, baca dengan teliti kandungan bahan-bahannya. Perhatikan apakah ada kandungan yang dapat berbahaya atau membuat kita alergi.
5. Kualitas
Perhatikan kualitasnya, masih segar atau sudah berjamur? Pastikan kesegaran bukan palsu hanya dengan semprotan air. Makanan yang sudah berjamur bertana sudah kadaluarsa dan dapat menyebabkan keracunan.
6. Legalitas
Bila hendak membeli dan mengkonsumsi makanan, apalagi makanan impor, pastikan sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pastikan juga kehalalannya. Kedua logo tersebut seharusnya ada pada kemasan.

Saya sebagai penggila kuliner lokal ingin berbagi kepada anda semua bagaimana membedakan makanan yang mengandung boraks:
Mie basah
Mie basah yang teksturnya kenyal, lebih mengkilat, tidak lengket dan tidak mudah putus, berat dugaan mengandung boraks.
Bakso
Bakso yang sangat kenyal, warnanya tidak kecoklatan namun cenderung putih, dapat dipastikan menggunakan boraks.
Jajanan
Lontong atau gorengan yang sangat kenyal, rasanya tajam dan sangat gurih, membuat lidah bergetar dan menyisakan rasa getir kemungkinan besar mengandung boraks.
Kerupuk
Kerupuk yang sangat renyah dan memberi rasa getir, kuat perkiraan menggunakan boraks.

Senin, 15 Agustus 2011

Apa Pentingnya Lailatul Qadar?

Umur umat nabi Muhammad secara umum hanya berkisar 60–70 tahun saja. Nabi Muhammad sendiri berusia 63 tahun saat wafat. Hal ini ditegaskan dalam salah satu hadis beliau. Betapa pendeknya umur umat akhir zaman ini bila dibandingkan dengan nabi Adam dan anak cucu beliau yang bertubuh sangat besar serta berusia rata-rata 1000 tahun. Begitu juga dengan umat nabi Nuh yang rata-rata berusia sekitar 900 tahun. Betapa singkatnya usia kita umat akhir zaman ini!

Jika usia kita sangat singkat berarti amal sholeh kita pun sangat sedikit. Mari kita hitung umur kita, berapa banyak amal yang telah diperbuat. Sejak bayi sampai usia baligh, rata-rata 14 tahun, berarti 14 tahun usia kita berlalu tanpa hitungan amal. Rata-rata sehari kita bekerja mencari nafkah selama 8 jam, sekitar 1/3 hari belum termasuk perjalanan. Jika usia kita 60 tahun, berarti kita telah bekerja 20 tahun lamanya. Lalu, bila kita tidur rata-rata 8 jam sehari, jumlah yang sama pula, sekitar 20 tahun usia kita habis sia-sia. Berapa banyak yang tersisa untuk beramal?

Betapa malunya kita jika di hari kiamat kelak di Padang Masyhar dibariskan bersebelahan dengan umat-umat dahulu yang berumur ratusan tahun, pasti mereka akan menghina kita karena merasa kita tidak pantas berdiri sejajar di sebelah mereka, sebab amal sholeh kita sangat sedikit dibanding milik mereka. Hal ini pernah membuat Rasulullah SAW risau dan menangis, seraya berdoa kepada Allah: “Ya Allah janganlah engkau hinakan kami di hari kiamat”. Atas doa dan kerisauan nabi tersebut, dengan kasih sayang Allah, umat akhir zaman diberi sebuah jalan pintas untuk menyamai bahkan mengalahkan umat-umat terdahulu dalam menumpuk amal dengan memberi sebuah malam yang disebut “Lailatul Qadar”.

Malam ini khusus diturunkan Allah setahun sekali hanya dalam bulan Ramadhan. Hal ini termaktub dalam penggalan hadis nabi yang berbunyi: “Wahai sekalian manusia, telah datang kepadamu satu bulan yang sangat agung, yang penuh dengan keberkatan di mana di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ibnu Khuzaimah, Shoheh). Betapa beruntungnya umat ini. Dengan rahmat Allah, jika umat ini beramal pada malam itu, maka ganjarannya setara dengan seribu bulan, atau serupa dengan amal 83 tahun lamanya. Nah, andai saja seumur hidup seseorang dapat beramal pada malam qadar itu sebanyak sepuluh kali saja, maka amalnya setara dengan 830 tahun. Subhaanallah!

Untuk mendapatkan time tunnel atau jalan pintas amal lewat malam Qadar, nabi telah bersabda: “Carilah lailatul qadar itu pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari). Dalam hadis yang lain dari Anas bin Malik dia telah berkata: “Ketika bulan Ramadhan tiba, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya telah tiba bulan ini di hadapan kamu, di mana di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari mendapatkan malam itu, maka sesungguhnya orang itu telah terhalang dari segala kebaikan. Dan tidaklah seseorang itu terhalang dari kebaikan kecuali dia benar-benar orang yang sial”. (HR. Ibnu Majah). Selamat berburu Lailatul Qadar!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...