Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surabaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

Kerenyahan Kripik Jamur Tiram Jempol

Siapa yang belum pernah mencicipi Jamur Krispi? Itu loh, camilan jamur tiram berbalut tepung renyah yang banyak dijual di gerobak pinggir jalan, terutama dekat sekolah. Nah, kali ini ada saudaranya; Kripik Jamur Tiram. Saya dapatkan sebagai buah tangan dari saudara yang baru saja pulang dari Surabaya. Rasanya? Jempolan! Sesuai merknya Kripik Jempol. Membuat anda gak mau berhenti mengunyah... Mengutip kata-kata pak Bondan; Maknyus!!!


Kripik ini berbeda dengan Jamur Krispi. Kalau Jamur Krispi harus dinikmati saat panas dan bila sudah dingin melempem tidak garing lagi. Sedangkan Kripik Jamur tiram tetap renyah sampai kapanpun. Rahasia kerenyahannya terletak pada kualitas produksinya yang selalu dijaga. Jamur sebagai bahan utama dibibitkan, ditanam hingga dipanen dengan metode khusus. Jamur yang digunakan hanya yang berdaun lebar, tidak pecah dan warnanya putih terang. Yang kualitasnya kurang bagus dibuat menjadi Kripik Jamur Balado.


Sebelum dijadikan kripik yang bikin ketagihan, jamur disobek-sobek, dicuci dan kemudian dijemur untuk mengurangi kandungan airnya. Setelah kering diaduk bersama aneka bumbu dan tepung. Sedangkan untuk yang balado ditambah bubuk cabai. Selanjutnya jamur digoreng dalam wajan besar berisi minyak yang banyak menggunakan api besar selama 15 menit. Setelah itu ditiriskan hingga minyaknya tak bersisa untuk kemudian dikemas. Lalu didistribusikan ke toko-toko camilan hingga dibeli dan sampai ke saya sebagai buah tangan. Harganya cukup terjangkau, cukup Rp. 9.000,- untuk kemasan alumunium foil 100 gram.


Saking enaknya Kripik Jamur Tiram merk Jempol ini, sudah diekspor ke Singapura, Malaysia bahkan Hongkong. Buat anda yang penasaran seperti apa rasanya, tidak perlu jauh-jauh ke Surabaya atau Madiun, ternyata kripik ini sudah tersedia di Jabodetabek. Cocok untuk teman menonton siaran langsung sepakbola, untuk camilan di kantor atau untuk berbuka puasa. Jangan salahkan saya kalau anda jadi ketagihan ya... Cintailah produk dalam negeri!!!

Senin, 28 November 2011

7 Tugu/ Menara Terkenal di Indonesia

Main. Tugu atau menara adalah sebuah obyek bangunan penghias sebuah kota dan biasanya menjadi simbol dari kota tersebut. Dari berbagai penjuru dunia kita mengenal menara Pisa, menara Eiffel, menara Petronas hingga al-Burj. Tapi tahukah anda tentang tugu-tugu atau menara-menara di Indonesia? Disini Anam akan menyajikan 7 tugu dan menara paling terkenal saat ini beserta sekelumit sejarahnya dari berbagai kota di Indonesia. Selamat menyimak. 


Tugu Monas 
Monas atau Monumen Nasional adalah tugu yang menjadi ikon ibukota DKI Jakarta. Menara setinggi 132 meter yang terletak di lapangan IKADA ini diresmikan 17 Agustus 1961. Bentuk kombinasi tugu dan cawannya diduga simbol lingga yoni yang melambangkan kesuburan. Di puncaknya ada bentuk nyala api terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton yang dilapisi emas 35kg sumbangan saudagar Aceh. Anda sudah pernah ke Monas? Dari lantai tertingginya anda dapat melihat panorama DKI Jakarta secara jelas dan menyeluruh. 
Menara TVRI 
TVRI adalah singkatan dari Televisi Republik Indonesia, televisi pertama milik negara kita. Menaranya dibangun sekitar tahun 1962 tak lama sesudah peresmian Monas tapi sebelum Asian Games. Menara yang terletak di daerah Senayan ini sempat beberapa kali menampilkan aksi panjat dinding atau terjun bebas yang sangat memukau. Kini, fungsinya terbatas sebagai stasiun pemancar saja. 
Sky Tower Pulau Kumala 
Terletak di sebuah pulau buatan mungil di tengah sungai Mahakam bernama Pulau Kumala, Tenggarong, Kutai Kertanegara. Dari menara setinggi 100 meter ini para pengunjung dapat melihat kota Tenggarong 360 derajat dari piringan berputar yang bergerak naik turun. Atraksi ini mirip Tiger Tower di Singapura. Perjalanan ke Tenggarong hanya 4 jam dari Balikpapan atau 1 jam dari Samarinda. 
Monumen Mandala 
Monumen yang terletak di jalan raya Jenderal soedirman, Makassar, Sulawesi Selatan ini dibangun pada tahun 1994 sebagai peringatan operasi Mandala Jaya pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Monumen setinggi 75 meter ini terbagi 4 lantai yang masing-masing berisi diorama kisah-kisah heroik tersebut. 
Tugu Pahlawan 
Tugu yang dibangun untuk memperingati pertempuran 10 Nopember 1945 ini sudah menjadi ikon tak terpisahkan dari kota Surabaya. Monumen setinggi 45 meter dan diresmikan pada 10 Nopember 1952 ini terletak di bekas reruntuhan pusat gerakan pemuda, PTKR (Polisi Tentara Keamanan Rakyat). Tugu Pahlawan ini mempunyai 10 lengkungan pada badannya yang melambangkan tanggal 10. Sedang 11 bagian di atasnya mengandung pengertian bulan ke 11 (November). 
Menara Jam Gadang 
Jam Gadang atau Jam Besar adalah landmark kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat yang dibangun Belanda pada tahun 1926. Bangunan setinggi 26 meter ini sudah mengalami beberapa perubahan arsitektur puncaknya, mulai berbentuk bulat dengan patung ayam jantan di atasnya, berbentuk kelenteng hingga menjadi ornamen rumah adat Minangkabau. Di lantai tertinggi terdapat mesin jama manual yang dibuat khusus Recklinghausen, pakar jam asal Jerman yang juga membuat mesin serupa untuk Big Ben, London. 
Tugu Khatulistiwa 
Bangunan setinggi sekitar 16 meter ini adalah ikon kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument yang dibuat tahun 1928 ini terletak di jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Pada tahun 1990 dibuat kubah dan bangunan baru di luar untuk melindungi tugu asli di dalamnya. Tugu ini dibangun tepat di atas garis Khatulistiwa yang membelah bumi menjadi 2 bagian, utara dan selatan. Pada saat titik kulminasi matahari yang terjadi 2 kali dalam setahun (21-23 Maret dan 21-23 September) bayangan tugu dan benda apapun di sekitarnya akan menghilang dalam beberapa detik.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...