Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

5 Tips Untuk Wisata Kuliner

Kuliner adalah hasil olahan masakan berupa makanan. Wisata kuliner berarti kita melakukan kegiatan menyenangkan melibatkan aneka jenis makanan. Biasanya mencicipi satu jenis makanan yang disajikan di tempat-tempat berbeda atau berkunjung ke berbagai tempat untuk mencicipi penganan khas setempat. Lalu bagaimana cara bersantapnya? Nah, agar kawan-kawan semua bisa berwisata kuliner dengan tepat, berikut saya rangkumkan beberapa tipsnya. Silakan disimak dan semoga bermanfaat.

1. Referensi
Panduan tertulis baik berupa buku, website dan artikel majalah/ koran, visual berupa tontonan di televisi maupun lisan berupa penuturan dari pakar, sesepuh maupun pemilik resto sangat penting untuk kita miliki. Selain untuk mengetahui seluk beluk makanan tersebut, kita juga dapat mengetahui lokasi, cara memasak/ penyajian, harga dan rasa.

2. Halal dan Bersih
Selalu utamakan kedua faktor ini. Agar tidak berdampak pada kesehatan kita baik lahi maupun batin. Untuk kehalalan, selain mengacu pada referensi juga bisa dilihat sertifikasi halal MUI di lokasi. Untuk kebersihan, bisa dilihat langsung secara visual apakah ada sampah yang berserakan, apakah makanan dibuat dengan cara higienis dan apakah tersedia fasilitas kebersihan, seperti tisu, sabun, wastafel dan atau toilet. Sebagian resto/ rumah makan juga sudah mulai menampilkan dapur terbuka, sehingga penikmat kuliner seperti kita bisa melihat bagaimana cara pengolahan dan penyajiannya.

3. Ramai
Menurut saya, kita bisa menilai tempat makan dari ramai atau tidaknya pengunjung. Kemungkinannya hanya tiga, karena rasanya yang enak, pelayanannya yang menyenangkan atau karena harganya yang murah. Dan, ketiganya sama-sama menguntungkan untuk wisatawan kuliner. Karena pasti ketiga hal tersebut menyebar cepat tidak hanya lewat iklan tapi kampanye mulut ke mulut.

4. Variasi Menu
Semakin bervariasi menu yang disajikan, semakin besar peluang kita berwisata kuliner karena akan menemukan aneka rasa baru. Jangan ragu untuk menanyakan apa isi dari makanan yang terdapat dalam daftar menu atau apa menu andalan di tempat tersebut. Untuk resto/ rumah makan yang sudah ternama biasanya dalam menu akan disebutkan bahan-bahan dasarnya. Selain itu mereka akan menandai makanan favorit dan makanan pedas. Memudahkan kita untuk memilih.

5. Harga
Banyak resto/ rumah makan tidak mencantumkan harga, entah apa alasannya. Jangan takut untuk bertanya sebelum memesan. Saya sendiri enggan untuk makan di tempat itu kalau harganya tidak transparan. Bila ternyata harganya tak masuk akal, pindah saja daripada merusak mood. Di daerah Malioboro dikenal kalkulator rusak, si pedagang akan menagih kita semaunya. Istilah lainnya adalah “menggetok”. Intinya, situasi ini dapat dimanfaatkan memberi harga mahal ke pelanggan karena baru diketahui setelah makanan dihidangkan dan dimakan.

Semoga kelima tips di atas dapat menjadi acuan agar wisata kuliner kita baik di saat liburan maupun kala senggang lebih menyenangkan. Santap makanan yang kita pesan dengan penuh rasa syukur, nikmati kelezatannya sesuap demi sesuap – setetes demi setetes dan jadikan pengalaman pribadi paling berkesan yang dapat diceritakan ke semua kerabat dan sahabat. Salam Wiskul! Maknyus...

Minggu, 16 Oktober 2011

Aman Berkendara di Kala Hujan

Main. Sekarang sudah memasuki musim penghujan. Berkendara saat hujan sungguh jauh berbeda dibandingkan di kala panas. Apalagi kalau curah hujan yang turun cukup lebat. Karena, jalanan menjadi licin dan basah, sehingga pengemudi harus ekstra hati-hati mengemudikan kendaraanya. Sehingga kita ingin main kemanapun tetap terjamin keselamatannya. Saya Achmad Annama (Anam) punya beberapa tips yang harus benar-benar kita cermati yang saya sarikan dari berbagai sumber.


Rem
Jika masih menggunakan sistem tromol, injak pedal rem berulang-ulang agar kembali kering dan tak mengurangi cengkeramannya. Saat menembus genangan air atau banjir, tromol rem ini akan basah dan mengurangi daya kerjanya. Tugas kita lah untuk memastikannya tetap kering.
Kabel Busi dan Distributor
Jaga agar keduanya tidak basah kena air. Bila terjadi, segera keringkan dengan cara mengelapnya. Jaga juga agar air tidak masuk atau terhisap intake manifold. Bila ini terjadi maka mesin bisa jebol dan butuh biaya besar untuk perbaikannya.
Karet Penutup Dek
Tak banyak yang memperhatikannya karena berada di bawah karpet dan berfungsi menghalangi air tidak membasahi lantai mobil. Perhatikan satu per satu, ganti bila sudah ada yang longgar atau lepas. Sepele sih, tapi kalau air sampai masuk ke kabin khan kita juga yang repot.
Sistem Kelistrikan 
Cek seluruh sistem kelistrikan anda, siapa tahu ada sambungan kabel yang terkelupas. Karena bila terkelupas dapat menimbulkan hubungan pendek/ korsleting yang memutuskan sekring. Pemeriksaan ini dapat anda lakukan di waktu senggang, sebelum musim hujan datang. 


Lewati jalan yang tergenang air dengan yakin dan percaya diri. Masukkan persneling ke posisi satu lalu tekan gas perlahan-lahan sampai jarum putaran mesin menunjuk angka 3.000 rpm. Jangan injak gas beurlang-ulang karena akan menyebabkan kipas mesin menyedot banyak air sehingga berbahaya bagi mesin. Jangan kuatir bila air masuk ke saluran pembuangan/ knalpot karena saat mesin menyala air akan menyemprot sendiri terdorong gas buang. Jadi selamat berkendara dengan aman di kala hujan, selamat bermain dan berwisata kuliner.

Selasa, 12 Oktober 2010

Sedapnya Yong Tau Fu di Tekka Market


Makan. Setelah menikah pada 3 Oktober 2010, lusanya kami langsung berangkat ke Singapura untuk berbulan madu. Bukan bulan madu seperti yang dibayangkan banyak orang, tapi lebih kepada petualangan bersama. Dan, karena kami berdua sama-sama suka makan, honeymoon ini juga akan merangkap wisata kuliner! He7x... Kami tidak tinggal di hotel mewah, tapi di hostel murah namun cukup bersih dan strategis. Lokasinya di Dickson Road, Littler India. Jadi, dekat sekali dengan Tekka Market dan stasiun MRT Little India.

Lalu apa yang spesial dari pasar Tekka ini? Selain karena mayoritas penjual dan pembeli adalah warga keturunan India, pasar tradisional ini juga sangat bersih dan tertata rapi. Tidak seperti kebanyak pasar basah di Indonesia. Di bagian atasnya terletak apartemen dan dibawahnya ada food court yang cukup terkenal. Lengkap deh, one stop living.

Nah, karena dekat, jadi kami sering mampir ke food court-nya. Selain banyak pilihan dan enak-enak, harganya juga tidak semahal makan di mal-mal Singapura. Favorit kami? Yong Tau Fu! Memang, di Indonesia sudah banyak juga tersedia, diantaranya di Citraland dan MKG3. Namun, rasanya beda dan harganya lebih mahal. Disini, harganya berkisar S$ 1-5 (7-35 ribu rupiah) semangkok, sedangkan di Indonesia satuannya seharga 5-9 ribu rupiah.

Apa sih Yong Tau Fu? Buat yang belum tahu, ini adalah semacam makanan tradisional khas negeri Singa, mirip bakso gitu gan cuma banyak pilihannya macam bakwan malang. Dengan tetap waspada, seraya bertanya-tanya mana yang babi, mana yang haram. Masing-masing dari kami sibuk memilih sayuran, sea food hingga aneka daging. Disitu ditulis Self Service, jadi kami ambil mangkok, ambil penjepit dan sigap memilih. Di Tekka, harga satuannya sekitar 30 sen saja, jadi kalau kita pilih 7 tambah nasi/ mie 40c totalnya S$2,5 atau sekitar 18 ribu per orang.

Untuk kuahnya ada 2 pilihan; Tomyam dan Laksa. Tomyamnya asam nikmat, Laksanya pedas gurih. Pilih yang manapun takkan menyesal, rasanya sangat khas peranakan. Kebetulan istri saya juga keturunan Tionghoa, jadi pas di lidah rasanya. Sayurnya segar, sea foodnya gurih, dagingnya empuk. Hidangan ditutup dengan minum es susu kacang kedelai sehara S$1,5 untuk 2 gelas. Selain di Tekka Market, rasakan juga sensasinya di Maxwell Road. Lalu bandingkan dengan yang ada di Jakarta. Selamat mencoba nikmatnya makan Yong Tau Fu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...